Direktur Inter era 2000-an Ungkap Kisah Cekcok dengan Mourinho

Minggu, 13/09/2026 15:50 WIB

Milan, Jurnas.com - Mantan Direktur Olahraga Inter Milan yang kini berprofesi sebagai agen pemain, Marco Branca, membeberkan berbagai kisah di balik layar selama perjalanannya bersama Nerazzurri pada era 2000-an.

Dalam wawancara mendalam bersama La Gazzetta dello Sport yang dikutip Football-Italia pada Minggu (13/9), Branca buka-bukaan soal dinamika hubungan kerja dengan Jose Mourinho, konfrontasi dengan Christian Vieri, hingga kisah transfer Maicon dan Wesley Sneijder.

Branca mengingat kembali momen awal saat ia ditunjuk oleh mantan Presiden Inter, Massimo Moratti, untuk memimpin tim pemandu bakat klub saat baru berusia 38 tahun.

"Saat Moratti menawarkan posisi kepala pemandu bakat, saya sedikit takut namun lebih banyak merasa bahagia. Saat masih menjadi pemain, saya selalu berpikir, `Saya melihat banyak hal yang tidak berjalan dengan baik, mengapa tidak ada pengurus klub yang bisa diajak berdiskusi?`" ujar Branca.

Branca juga tidak menampik adanya benturan keras dengan sejumlah figur penting di klub, termasuk perselisihan panas dengan penyerang legendaris Christian Vieri dan pelatih Jose Mourinho.

"Perselisihan keras dengan Vieri? Dialah yang mencarinya. Jika seseorang menyeret saya ke dalam konflik, saya tidak akan mundur," kata dia.

Sementara itu, proses transfer Wesley Sneijder dari Real Madrid menjadi salah satu negosiasi paling rumit yang melibatkan adu argumen sengit dengan Mourinho.

"Bahkan bukan lagi percekcokan biasa. Mourinho terus memberi tahu saya bahwa Wesley tidak akan pernah mau datang dan meminta saya merekrut salah satu dari Pandev, Julio Baptista, atau Van der Vaart karena Deco terlalu mahal," ungkap Branca.

Branca menambahkan bahwa ia akhirnya menghabiskan waktu di telepon hingga pukul empat pagi dengan agen Sneijder untuk menyelesaikan transfer tersebut. Namun ketika bertemu Mourinho, sang pelatih justru menyampaikan ketidakpuasannya karena Sneijder belum bisa mengikuti latihan terakhir sebelum laga derby.

"Saat Mou melihat saya, dia berkata: `Bagus, tapi kita gagal membuatnya mengikuti latihan terakhir sebelum derby.` Saat itulah saya benar-benar menyuruhnya pergi ke neraka," dia menambahkan.

Hal tak kalah unik ialah transfer Maicon. Branca mengonfirmasi rumor mengenai perekrutan bek kanan legendaris tersebut yang sempat mendapatkan penilaian negatif dari pelatih asal Italia, Francesco Guidolin.

"Apakah benar Francesco Guidolin menyarankan Anda untuk tidak merekrut Maicon? Ya, benar. Dia mengatakan bahwa Maicon bukanlah seorang pemain profesional yang baik," tutup Branca.

TERKINI
10 Kebiasaan Ini Bikin Rezeki Seret dan Tak Berkah Ini Sejarah Awal Derby Manchester yang Jarang Diketahui Redup Lawan Lazio, Amorim Siapkan Peran Baru untuk Modric Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahan