Minggu, 13/09/2026 15:18 WIB
Washington, Jurnas.com – Misi Tetap Prancis untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan permohonan maaf resmi atas unggahan di media sosial yang mengkritik sikap Amerika Serikat dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB.
Perselisihan ini sebelumnya dipicu oleh kritik terbuka pihak Prancis terkait komitmen hak asasi manusia Amerika Serikat di platform X. Lalu, permohonan maaf dirilis Prancis pada Jumat (11/9/2026) guna meredakan ketegangan diplomatik antara kedua negara sekutu.
"Prancis dan Amerika Serikat baru-baru ini memiliki posisi berbeda dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB. Perbedaan ini mengenai satu pemungutan suara, dan bukan mengenai penegakan hak asasi manusia," bunyi pernyataan resmi Misi Tetap Prancis, sebagaimana dikutip dari AFP pada Minggu (13/9).
Prancis menekankan bahwa perbedaan pendapat mengenai satu sesi pemungutan suara tidak mengganggu dialog erat maupun merusak aliansi historis kedua negara, dalam memperjuangkan perdamaian dan stabilitas global.
Permohonan maaf Prancis mendapat tanggapan positif dari Washington. Salah seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengapresiasi pernyataan tersebut dan menyambut baik kelanjutan kerja sama untuk memperjuangkan nilai-nilai bersama.
Sebelumnya, ketegangan diplomatik ini berdampak pada tertundanya persetujuan penunjukan Aurelien Lechevallier sebagai Duta Besar Prancis yang baru untuk Amerika Serikat menggantikan Laurent Bili. Proses persetujuan yang biasanya merupakan formalitas sempat ditahan oleh pemerintah AS sebagai bentuk protes.
Perselisihan bermula pada 24 Juli lalu ketika AS menjadi salah satu dari 10 negara yang menolak perpanjangan masa jabatan Volker Turk sebagai Kepala Hak Asasi Manusia PBB.
Sikap AS yang menentang kepemimpinan Turk memicu kritik keras dari Misi Prancis di media sosial, yang kemudian dibalas dengan aksi walkout perwakilan AS dalam rapat Dewan Keamanan PBB sebelum akhirnya Prancis menyampaikan permohonan maaf resminya.