Malaysia Cabut Status Darurat Asap Karhutla di Sarawak

Senin, 07/09/2026 13:52 WIB

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Pemerintah Malaysia resmi mencabut status darurat kabut asap di negara bagian Sarawak, Pulau Kalimantan pada Senin (7/9/2026).

Meski status tersebut ditarik, otoritas setempat memberikan peringatan bahwa tingkat polusi udara masih dalam kategori sangat tidak sehat yang dipicu oleh kebakaran hutan di Indonesia.

Pencabutan ini dilakukan setelah penetapan status darurat pada Jumat lalu. Saat itu, pemerintah harus meminta persetujuan kerajaan akibat tingkat polusi yang mencapai ambang batas kritis di Serian, wilayah yang berjarak sekitar 65 kilometer di selatan ibu kota Sarawak, Kuching.

Melalui pernyataan resminya, Kantor Perdana Menteri Malaysia menyampaikan bahwa Raja Sultan Ibrahim "hari ini menyetujui penghentian deklarasi darurat" tersebut. Meski demikian, ancaman polusi udara belum benar-benar menghilang.

"Situasi kabut asap di Sarawak belum sepenuhnya pulih, dan pembacaan Indeks Pencemaran Udara di beberapa daerah masih pada tingkat yang sangat tidak sehat," bunyi keterangan resmi pemerintah Malaysia, sebagaimana dikutip dari Arab News.

Tingkat polusi udara di Serian sempat melampaui ambang batas kritis 500 pada Jumat lalu, bahkan memuncak di angka 519 yang membuat kota tersebut tertutup kepulan asap tebal.

Berdasarkan pedoman keselamatan Malaysia, indeks di atas 300 masuk dalam kategori berbahaya, sementara angka yang melampaui 500 menjadi acuan utama untuk mendeklarasikan status darurat lokal.

Beruntung, hujan yang mengguyur wilayah Serian hasil dari rekayasa cuaca atau penyemaian awan pada Jumat malam hingga Sabtu pagi berhasil memberikan sedikit penurunan intensitas asap. Badan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak mencatat indeks polusi udara mulai mereda ke kisaran 200 pada Senin.

Kabut asap beracun ini telah menyelimuti sebagian wilayah Indonesia dan Malaysia selama beberapa pekan terakhir. Kondisi ini terjadi ketika otoritas di Jakarta terus berjuang memadamkan api yang menghanguskan hamparan lahan di wilayah Kalimantan dan Sumatra, yang asapnya turut melayang melintasi perbatasan menuju Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam.

TERKINI
Lahirkan Bayi Ketujuh, Politisi Perempuan Jepang Viral Mengenal Sosok Nabi Terkaya yang Kekayaannya Tak Tandingi Raksasa Teknologi Pangkas Konsumsi Air untuk Pusat Data AI Fiorentina Pecat Fabio Grosso Usai Tiga Kekalahan Beruntun