Semester I 2026, Realisasi Investasi Sulteng Capai Rp68,70 Triliun

Kamis, 03/09/2026 19:05 WIB

Palu, Jurnas.com - Sepanjang Semester I tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sukses catat realisasi investasi capai Rp68,70 triliun. Angka ini tumbuh 6,97 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2025.

"Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp68,70 triliun atau 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun, yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM," kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Palu, Kamis (3/9/2026).

Dalam peta investasi nasional, Sulteng menempati posisi keempat untuk realisasi investasi secara keseluruhan dengan kontribusi 6,8 persen dari total Rp1.010,6 triliun.

Investasi itu bersumber dari penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp64,73 triliun atau 94,23 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp3,96 triliun atau 5,77 persen.

Lima besar peringkat investasi nasional yakni DKI Jakarta sebesar Rp173,6 triliun, Jawa Barat sebesar Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, Sulteng sebesar Rp68,70 triliun, dan Banten Rp66,3 triliun.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,06 persen jika dibandingkan triwulan II 2025.

"Jika kita melihat secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan triwulan I 2026," kata Kepala BPS Sulteng Daryanto.

Dia menjelaskan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp119.514,68 miliar.

Sementara itu, atas dasar harga konstan 2010, nilai PDRB tercatat sebesar Rp59.123,38 miliar

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sepanjang semester I 2026 mencapai 6,64 persen dibandingkan dengan semester I 2025.

Struktur ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 44,37 persen, diikuti oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,60 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 13,79 persen.(ant)

TERKINI
Tren Ngopi Kekinian antara Dirty Latte vs Mont Blanc Enrique Ungkap Alasan PSG Melepas Barcola ke Liverpool Dies Natalis ke-42 UT, Ali Muktiyanto: Kuliah Bukan Lagi Barang Mewah Saham, Kripto, Reksadana: Mana yang Cocok untuk Pemula?