Militer Suriah dan Pemberontak Kembali Bentrok, Puluhan Terluka

Selasa, 01/09/2026 13:40 WIB

Damaskus, Jurnas.com - Bentrokan sengit antara pasukan keamanan pemerintah dan kelompok bersenjata lokal kembali pecah di Provinsi Sweida yang mayoritas dihuni etnis Druze pada Senin (31/8/2026).

Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 10 personel keamanan pemerintah mengalami luka-luka, demikian dilaporkan media pemerintah Suriah sebagaimana dikutip dari Arab News pada Selasa (1/9/2026).

Televisi pemerintah Suriah, mengutip Komando Keamanan Dalam Negeri Provinsi Sweida, mengonfirmasi bahwa jumlah personel yang terluka melonjak menjadi 10 orang setelah kelompok bersenjata menyerang sejumlah posisi militer di area Tal Hadid dan poros Walgha.

Eskalasi terbaru ini berawal dari bentrokan serupa di barat Kota Sweida yang menewaskan dua warga sipil. Sumber keamanan setempat menyebutkan bahwa sebuah proyektil yang ditembakkan dari area kontrol pemerintah mengenai sebuah traktor hingga menewaskan pengemudi dan seorang wanita di lokasi kejadian.

Provinsi Sweida di wilayah selatan menjadi salah satu basis utama yang masih dikuasai kelompok bersenjata lokal dan belum sepenuhnya tunduk di bawah kendali pemerintah baru Suriah, pihak yang berupaya memperluas otoritas nasional pasca-runtuhnya rezim Bashar Assad pada 2024.

Di antara kelompok bersenjata di wilayah tersebut terdapat National Guard, faksi milisi yang berafiliasi dengan tokoh spiritual Druze, Sheikh Hikmat Al-Hijri.

Dalam pernyataan resminya pada Senin malam, kelompok tersebut menuduh pasukan pemerintah melepaskan tembakan mortir dan senapan mesin kaliber 23mm secara sembarangan ke arah pemukiman warga yang mengakibatkan seorang anak kecil terluka.

"Kami merespons sumber tembakan tersebut dengan sarana pertahanan yang sesuai," demikian keterangan kelompok National Guard.

Laporan Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan aksi saling tembak antara kedua pihak telah berlangsung sejak Sabtu malam. Ketegangan komunal di Sweida tetap berada di level tinggi setelah rentetan bentrokan serupa tahun lalu memicu salah satu konflik sektarian terburuk di wilayah selatan pasca-era Assad.

TERKINI
Iran Ingatkan Negara Tetangga Tak Izinkan Serangan AS Gabung Valencia, Elliott Bakal Debut Lawan Barcelona Dapat Grealish, Everton Terancam Gagal CLBK dengan Richarlison Liverpool Tolak Tawaran Forest untuk Trey Nyoni