Jum'at, 28/08/2026 13:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IV DPR RI Riyono mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat merusak ekosistem serta mengancam kehidupan masyarakat.
Riyono menyampaikan hal itu merespons maraknya karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas karhutla di Indonesia telah mencapai 72.798 hektare per 22 Agustus 2026.
Anggota DPR Minta Dokumen Warga Korban Bencana Segera Dipulihkan
Komisi III DPR Minta Polisi Gerak Cepat Usut Kasus Dolar Palsu Singapura
Kasus Rektor Unsoed Momentum Benahi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
Menurutnya, karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.
“Mari kita jaga hutan kita jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Riyono dalam keterangan persnya, Jumat (28/8).
Politikus PKS ini menegaskan, upaya mencegah karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum. Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Karena itu, Riyono mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penebangan maupun pembakaran hutan secara sembarangan. Ia juga mengingatkan adanya konsekuensi pidana bagi pihak yang melakukan pembakaran hutan.
“Jangan tebang hutan sembarangan, jangan bakar hutan karena bisa terkena pidana dan hukuman. Kita jaga hutan kita tetap lestari dengan cara apa? Ayo kita bersama-sama,” tegasnya.
Riyono berharap kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian hutan terus diperkuat. Dengan demikian, potensi karhutla dapat dicegah sedini mungkin dan kelestarian lingkungan dapat terjaga untuk masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.