Rabu, 26/08/2026 19:12 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) kembali menggelar pertemuan tertutup selama lebih dari satu jam di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026).
Pertemuan lanjutan ini melahirkan poin-poin Tausiyah Moral berisi sikap tegas, keras, dan tajam merespons maraknya indikasi pengondisian, intimidasi, hingga isu karantina peserta di Asrama Haji Sukolilo menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh para ulama sepuh, di antaranya KH Ma’ruf Amin, KH M. Anwar Mansur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Ubaid Maemun Zubair, KH Mu`adz T, KH Athoillah S. Anwar, KH Muhibul Aman Ali, serta KH Nurul Yakin Ishaq.
Juru bicara kiai sepuh, KH Muhibul Aman Ali, menegaskan bahwa Tausiyah Moral ini dikeluarkan karena para kiai mendeteksi adanya upaya-upaya unprosedural yang mencederai martabat jam’iyyah, termasuk adanya oknum yang menjual nama pemerintah untuk menekan psikologis muktamirin (peserta muktamar).
Awali Safari Sulteng, Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah PWNU
Gus Salam Sebut MLB Solusi Terbaik Bereskan Polemik PBNU
Para Kiai Sepuh NU Berkumpul untuk Dukung Jokowi-Ma`ruf
"Memilih pemimpin yang tidak afdal (tidak terbaik), padahal tahu ada yang lebih baik, adalah bentuk pengkhianatan kepada Allah, Rasulullah, dan para muassis (pendiri NU)," kata Kiai Aman Ali.
"Jika proses yang tidak jujur ini dibiarkan dan menjadi preseden buruk (sunnah sayyi`ah), maka dosa dari perbuatan tersebut akan terus mengalir hingga hari kiamat," dia menambahkan.
Berikut ini tujuh tuntutan dan nasihat moral dari para kiai sepuh NU terkait Muktamar PBNU:
1. Hentikan Transaksi dan Rekayasa Politik
Mengencam keras segala bentuk transaksi money politics, tekanan, rekayasa, maupun pengondisian yang merusak makom keulamaan dan kedaulatan muktamirin.
2. Kedaulatan Utuh Muktamirin
Meminta seluruh panitia dan pihak terkait untuk menjamin kemerdekaan para pemilik suara (pengurus wilayah/cabang) agar tidak terintimidasi, terprovokasi, atau dikarantina secara sepihak.
3. Peringatan Penting bagi Pemerintah
Kiai Sepuh meyakini Presiden bersikap netral. Namun, para kiai mengecam keras oknum pejabat, menteri, atau pihak bawahannya yang menjual isu `restu presiden` untuk menekan mental peserta secara psikologis.
4. Desakan Tindakan Tegas Presiden
Para kiai meminta Presiden Prabowo bertindak tegas terhadap oknum pejabat/menteri yang terbukti melakukan intervensi. Para kiai sepuh menyatakan siap menghadap presiden secara langsung untuk menyampaikan bukti-bukti keprihatinan demi menjaga kehormatan pemerintah dan kemandirian NU.
5. Hentikan Tindakan Tak Terpuji
Mengimbau pihak-pihak yang mencoba merusak proses muktamar untuk segera bertaubat dan menghentikan perbuatannya sebelum terlambat.
6. Muktamar Bermartabat
Mengajak seluruh warga NU menggunakan akal sehat, hati jernih, dan akhlakul karimah dalam memilih kepengurusan PBNU mendatang.
7. Penyebaran Tausiyah secara Luas
Hasil tausiyah ini disebarkan secara terbuka kepada seluruh struktur NU, panitia, pemerintah, dan masyarakat luas sebagai benteng moral jam’iyah.
"Nasihat ini adalah tausiyah, bentuk kasih sayang mendalam para kiai sepuh kepada NU dan para muridnya. Kami ingin Muktamar ke-35 NU di Jombang berjalan jujur, demokratis, dan menjaga marwah ulama warasatul anbiya," tutup Kiai Aman Ali.