Sabtu, 22/08/2026 09:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemenuhan nutisi anak saat ini menjadi tantangan bagi orang tua. Di tengah fenomena anak mulai enggan meminum susu, kebutuhan nutrisi untuk otak mestinya tidak dikompromikan.
Menurut data, saat memasuki usia sekolah dasar (7-12 tahun), anak lebih memilih minuman yang terasa lebih seru seperti minuman cokelat. Akibatnya, asupan DHA sebagai nutrisi vital untuk kecerdasan dan perkembangan otak ikut terputus.
Fakta ini bukan sekadar anekdot. Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016, menunjukkan bahwa sekitar 8 dari 10 anak Indonesia usia 4–12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah tingkat minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.
Padahal, usia 7–12 tahun adalah periode emas kedua perkembangan otak anak, dan DHA menjadi komponen kunci untuk kemampuan belajar, konsentrasi, dan daya ingat. Karena itu, PT Mayora Indah Tbk menghadirkan Champion, merek minuman cokelat pertama di Indonesia yang diperkaya dengan DHA.
"Sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik untuk anak. Tapi memaksa anak minum sesuatu yang tidak mereka suka hanya menciptakan konflik di rumah," ujar Haruman Rustandi, Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk.
Champion menghadirkan formula inovatif yang memadukan cita rasa cokelat malt yang disukai anak dengan kandungan DHA, serta nutrisi lengkap yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang optimal.
Kandungan nutrisi Champion dirancang untuk melengkapi kebutuhan harian anak usia sekolah, termasuk DHA untuk mendukung fungsi otak dan kecerdasan anak, nutrisi lengkap yang mendukung pertumbuhan fisik anak yang aktif, serta rasa cokelat malt yang autentik dan disukai anak.
"Kami percaya bahwa minuman yang enak dan minuman yang bernutrisi tidak harus menjadi dua hal yang berbeda. Champion membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan berdampingan, dan anak-anak Indonesia layak mendapatkan keduanya sekaligus," ujar Haruman.
Keyword : Nutrisi Otak DHA di Susu Kebutuhan Gizi Anak