Wacana Trump Impor Daging Sapi Dikritik Politisi Partai Republik

Sabtu, 22/08/2026 09:45 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mengizinkan impor daging sapi secara sementara tanpa memicu tarif tinggi.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya menekan harga di tingkat konsumen, namun langsung memicu penolakan keras dari kalangan peternak lokal dan politisi Partai Republik di negara-negara bagian berbasis pertanian.

Harga daging sapi di AS melonjak ke rekor tertinggi akibat beberapa faktor, termasuk penurunan populasi ternak lokal, tingginya permintaan konsumen, serta pembatasan impor dari Meksiko karena ancaman hama pemakan daging.

Di sisi lain, AS juga menerapkan tarif hingga 50 persen pada Brazil yang merupakan salah satu eksportir daging sapi utama dunia, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Sabtu (22/8).

Langkah ini diambil Trump yang berada di bawah tekanan politik untuk menekan biaya hidup menjelang pemilu sela pada November mendatang. Namun, kalangan peternak yang biasanya menjadi basis pendukung utama Trump, khawatir masuknya impor daging sapi murah dapat memangkas harga ternak lokal dan menghentikan insentif untuk menambah populasi sapi dalam negeri.

"Kita semua menginginkan harga bahan makanan yang lebih murah, tetapi seperti yang telah saya sampaikan selama berbulan-bulan, kita tidak boleh melakukannya dengan mengorbankan produsen Amerika," ujar Senator Partai Republik asal Nebraska, Deb Fischer.

"Membanjiri pasar dengan daging sapi asing merugikan industri peternakan kita dan merusak solusi jangka panjang: meningkatkan populasi sapi AS untuk memenuhi permintaan," dia menambahkan.

Ketika ditanya wartawan mengenai gelombang kritik tersebut, Trump menyatakan bahwa langkah pembukaan impor ini diperlukan untuk membantu menstabilkan harga di pasar domestik.

"Saya mencintai para peternak, mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Namun mereka juga mengakui bahwa kita membutuhkan sedikit bantuan untuk menurunkan harga, jadi itulah yang sedang kami lakukan," kata Trump.

Rencana yang dipaparkan Trump mengizinkan hingga 300.000 ton metrik daging sapi cincang masuk ke AS selama 90 hari ke depan tanpa dikenakan tarif di luar kuota. Melalui media sosial, Trump juga menyatakan komitmennya agar daging impor tersebut dijual 25 persen di bawah harga pasar saat ini demi keterjangkauan konsumen.

Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa produk yang diimpor berupa potongan daging sapi murni yang menjadi bahan baku produksi daging sapi cincang. Trump dijadwalkan menandatangani perintah eksekutif resmi terkait kebijakan ini dalam dua pekan mendatang.

Kendati demikian, para pemimpin asosiasi peternak menilai intervensi pasar ini berpotensi mengganggu stabilitas jangka panjang demi pencapaian pesan politik jangka pendek.

TERKINI
13 Migran Asal Tunisia Tenggelam saat Berlayar ke Italia 209 Pendaftar Lolos Seleksi Jabatan Administrator dan Pengawas Kemenhaj Parfum yang Disukai Nabi Muhammad saat Sholat Transfer Baleba Rampung, MU Bayar Segini ke Brighton