Kamis, 20/08/2026 15:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Aliansi Militer NATO menyatakan kesiapannya untuk merespons berbagai ancaman terkait potensi serangan Iran terhadap sasaran militer Amerika Serikat di Eropa, saat Bulgaria mulai memperketat tindakan keamanan di Pangkalan Udara Bezmer.
"NATO siap menghadapi ancaman apa pun dan akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela seluruh negara anggota aliansi," tegas seorang pejabat NATO dalam sebuah pernyataan resmi pada Rabu (19/8).
Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu juga mengungkapkan bahwa NATO telah mencegat empat rudal balistik yang diluncurkan Iran ke arah Turki tahun ini. Hal tersebut ditunjukkan sebagai bukti bahwa "postur pertahanan penangkalan aliansi militer tersebut kuat dan efektif" dalam menghadapi ancaman dari luar.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas artikel Financial Times yang melaporkan bahwa Iran tengah mempertimbangkan untuk melancarkan serangan terhadap berbagai pangkalan militer AS di seluruh penjuru Eropa.
Iran Kaji Penyerangan Aset Militer AS di Eropa
Prospek Gencatan Senjata Meredup, Harga Minyak Melonjak
Iran dan Oman Sepakati Jalur Pelayaran Baru di Selat Hormuz
Rencana serangan Iran yang dilaporkan tersebut memicu kekhawatiran di wilayah Eropa Tenggara, tempat sejumlah negara menampung fasilitas militer yang mendukung operasi tempur AS.
Parlemen Bulgaria pada Juli lalu telah menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer sebagai stasiun pengisian bahan bakar bagi pesawat militer AS, serta mengizinkan penempatan sekitar 250 personel militer AS di lokasi tersebut hingga Oktober mendatang.
Menteri Dalam Negeri Bulgaria, Ivan Demerdzhiev, memberitahu kantor berita BTA bahwa pihaknya telah mengambil "seluruh langkah yang memungkinkan" di pangkalan udara tersebut melalui koordinasi erat bersama Kementerian Pertahanan. Ia menyebut langkah-langkah itu dirancang guna mengantisipasi tingkat ancaman yang lebih tinggi dari kalkulasi dinas keamanan saat ini.
"Kami secara konstan memantau situasi dan perkembangan yang ada, serta bakal terus mengambil langkah-langkah pencegahan yang jauh lebih luas dan intensif daripada tingkat ancaman yang ditunjukkan oleh informasi saat ini," ujar Demerdzhiev.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sempat berkomunikasi dengan Menlu Bulgaria tak lama setelah AS mengantongi izin penggunaan pangkalan tersebut. Araghchi mengingatkan bahwa "pihak mana pun yang berpartisipasi dalam bentuk apa pun dalam melancarkan serangan militer terhadap Iran dipastikan harus memikul tanggung jawab atas konsekuensinya," tulis kantor berita Iran, Tasnim.
Sebuah pangkalan udara Inggris di Siprus sejauh ini menjadi satu-satunya lokasi di Eropa yang dihantam drone sejak meletusnya perang AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu.
Sejak saat itu, Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan militer serta target AS di seantero Timur Tengah. Teheran berulang kali melayangkan peringatan bahwa negara mana pun yang membantu aksi militer terhadap Iran berisiko turut dijadikan sebagai target serangan.
AS dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni untuk mengakhiri permusuhan kedua negara. Kesepakatan itu menetapkan tenggat waktu bagi kedua belah pihak untuk mencapai perjanjian permanen guna mengakhiri perang, namun masa berlakunya telah habis pada Senin lalu tanpa adanya perundingan lanjutan yang tengah berlangsung saat ini.
Sumber: Aljazeera
Keyword : Aliansi NATOSerangan IranPerang Iran