Israel Rusak Lahan Pertanian Gaza, PBB: Utuh Sisa 3 Persen

Selasa, 18/08/2026 19:30 WIB

Roma, Jurnas.com - Hanya tiga persen dari total lahan pertanian di Jalur Gaza yang saat ini masih dapat diakses dan dalam kondisi tidak rusak, menurut peringatan Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Selasa (18/8) berdasarkan analisis citra satelit.

Laporan FAO menemukan bahwa sejak Oktober 2025, ketika gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas mulai berlaku, luas lahan pertanian yang dapat diakses dan tidak rusak menyusut dari 601 hektare menjadi 448 hektare, atau mengalami penurunan sebesar 25,5 persen.

Selain itu, sebanyak 3.643 hektare lahan pertanian lainnya dilaporkan masih dapat diakses tetapi berada dalam kondisi terlalu rusak untuk ditanami tanpa adanya pemulihan terlebih dahulu, menurut keterangan FAO.

"Tanpa tindakan mendesak untuk memulihkan akses yang aman dan memberikan dukungan yang dibutuhkan para petani, peluang untuk memulihkan produksi pangan lokal akan terus berkurang," kata Rein Paulsen, Direktur Kantor Darurat dan Ketahanan FAO, sebagaimana dikutip dari AFP.

Pembatasan impor barang-barang pertanian juga dilaporkan menghambat proses pemulihan. Para peternak kesulitan untuk mendapatkan pakan ternak serta pasokan medis veteriner.

Ketersediaan rumah kaca (greenhouse) juga mengalami penurunan sebesar 17,3 persen sejak Oktober 2025, menyisakan hanya 224 hektare rumah kaca yang masih dapat diakses dan dalam kondisi tidak rusak.

FAO menjelaskan bahwa berkurangnya akses tersebut terutama disebabkan oleh perluasan Garis Kuning ke arah barat, yang selama ini memisahkan zona gencatan senjata dari area yang dikuasai oleh militer Israel.

Kelompok militan Palestina, Hamas, melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.221 orang berdasarkan data resmi Israel. Kelompok militan tersebut juga membawa 251 sandera ke Jalur Gaza.

Kampanye militer balasan yang dilancarkan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan wilayah setempat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas dan angkanya dinilai andal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Gencatan senjata sempat mulai berlaku pada Oktober 2025, namun kemajuan menuju penghentian perang secara permanen mengalami kebuntuan, dan pasukan Israel saat ini menguasai hampir 70 persen wilayah tersebut.

Sebelum Oktober 2023, sektor pertanian menyumbang sekitar 10 persen bagi perekonomian Gaza dan menopang mata pencaharian lebih dari 560.000 jiwa, menurut data FAO.

TERKINI
OpenAI Luncurkan ChatGPT Khusus Remaja, Begini Perbedaannya DPR Setujui 11 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA Israel Rusak Lahan Pertanian Gaza, PBB: Utuh Sisa 3 Persen Liga Arab Serukan Dunia Bersatu Lawan Israel demi Gaza