Liga Arab Serukan Dunia Bersatu Lawan Israel demi Gaza

Selasa, 18/08/2026 19:14 WIB

Kairo, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy pada Senin menyerukan dunia internasional bersatu untuk menghadapi Israel, atas upaya menggagalkan roadmap (peta jalan) perdamaian Gaza.

Fahmy menyambut baik pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh delapan negara Arab dan Islam. Pernyataan tersebut mengecam penolakan Israel terhadap rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.

Dia menyatakan bahwa posisi yang diambil oleh Israel dan perdana menterinya mencerminkan niat jelas untuk menghambat upaya mediasi serta memperkuat status quo di Jalur Gaza.

Fahmy mengecam operasi militer Israel yang terus berlanjut di wilayah Palestina. Dia juga menuduh Israel melakukan pembunuhan harian, memperluas wilayah kekuasaannya, dan menghalangi upaya penanganan krisis kemanusiaan yang dihadapi lebih dari 2 juta warga Palestina di Gaza sejak 2023.

Dikutip dari Arab News pada Selasa (18/8), Fahmy menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampak didorong oleh pertimbangan politik domestik. Fahmy menambahkan bahwa posisi publik Netanyahu menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap konsensus internasional yang tercermin dalam rencana perdamaian serta Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.

Sejauh ini Hamas telah menyetujui pengaturan yang diusulkan, sementara Israel gagal memenuhi kewajibannya. Menurut dia, hal tersebut menempatkan tanggung jawab atas kebuntuan proses perdamaian di tangan pemerintah Israel.

Diketahui, Israel berusaha memaksakan kehendaknya tidak hanya kepada warga Palestina, tetapi juga kepada masyarakat internasional yang lebih luas. Tel Aviv tampak menginginkan kewajiban dalam perjanjian hanya dibebankan kepada satu pihak, dan menolak bertanggung jawab untuk menghentikan pertempuran atau menarik diri dari wilayah pendudukan di Jalur Gaza.

"Ini tidak logis," tegas Fahmy.

Fahmy mendesak negara-negara yang terus mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya cara berterima untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, agar mengambil sikap yang tegas dan bersatu terhadap pemerintah Israel.

Dia menekankan bahwa sikap tersebut sangat penting mengingat penolakan terbuka Netanyahu terhadap pembentukan negara Palestina. Israel, menurutnya, harus memahami bahwa mengabaikan upaya internasional akan membawa konsekuensi.

TERKINI
OpenAI Luncurkan ChatGPT Khusus Remaja, Begini Perbedaannya DPR Setujui 11 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA Israel Rusak Lahan Pertanian Gaza, PBB: Utuh Sisa 3 Persen Liga Arab Serukan Dunia Bersatu Lawan Israel demi Gaza