Selasa, 18/08/2026 13:41 WIB
Jakarta, Jurnas.com - DPR RI mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk melakukan relokasi anggaran guna mempercepat penanganan masyarakat terdampak.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa sejumlah pimpinan dan anggota DPR akan bertolak ke NTT pada Rabu (19/8) bersama Menteri Keuangan dan sejumlah menteri terkait.
“Diinformasikan bahwa pada esok hari, pimpinan DPR telah menugaskan beberapa pimpinan dan anggota DPR beserta Menteri Keuangan dan menteri terkait lainnya untuk berangkat ke NTT, untuk kemudian memberikan bantuan-bantuan serta mendorong relokasi anggaran yang dianggap perlu,” kata Dasco saat membuka Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Paripurna DPR Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI
Paripurna DPR Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc MA
Komisi X: Sekolah Rusak Akibat Gempa NTT Harus Menjadi Perhatian Serius
Dasco menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa yang melanda NTT dan wilayah sekitarnya. Gempa tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka hingga meninggal dunia.
Ia menjelaskan, DPR juga telah mengirimkan perwakilan ke NTT pada Minggu (16/8). Kehadiran perwakilan DPR tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, termasuk melalui rapat koordinasi bersama pemerintah.
“Pada hari Minggu yang lalu, DPR juga sudah mengirimkan perwakilan ke NTT untuk kemudian melakukan fungsi pengawasan dengan melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah,” ujarnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI juga telah meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengawal percepatan penanganan korban sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.
DPR berharap langkah koordinasi antara pemerintah dan parlemen dapat mempercepat proses penanganan bencana, termasuk pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak gempa.