Senin, 17/08/2026 08:08 WIB
Jakarta, Jurnas,com - Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan tidak selalu bisa diprediksi.
Karena itu, pengetahuan mengenai langkah keselamatan penting dikenalkan kepada anak sejak dini.
Anak-anak mungkin lebih mudah panik ketika merasakan guncangan.
Orang tua perlu memberikan pemahaman sederhana mengenai apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi.
KM Tidar Angkut 200 Koli Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Sejumlah Menteri Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Wilayah Terdampak Gempa NTT
Komdigi Pastikan 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Telah Pulih
Anak perlu mengetahui bahwa gempa bumi merupakan guncangan yang terjadi akibat pergerakan di dalam bumi. Jelaskan dengan bahasa sederhana dan sesuai usia anak.
Hindari memberikan penjelasan yang justru membuat anak takut. Tujuannya adalah agar anak memahami bahwa gempa merupakan bencana yang harus dihadapi dengan pengetahuan dan persiapan.
Anak perlu mengetahui langkah sederhana ketika merasakan guncangan. Ajarkan untuk segera merunduk, berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh, serta melindungi kepala dan leher.
Anak juga perlu diberi tahu untuk menjauh dari jendela, kaca, lemari, rak dan benda lain yang dapat jatuh.
Panik dapat membuat anak mengambil tindakan yang berbahaya, seperti berlari keluar rumah ketika guncangan masih berlangsung.
Orang tua dapat mengajarkan anak untuk tetap tenang, mengikuti instruksi orang dewasa dan tidak saling mendorong ketika melakukan evakuasi.
4. Kenalkan Jalur Evakuasi dan Titik KumpulSetiap keluarga sebaiknya memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul yang mudah dikenali. Anak perlu mengetahui ke mana harus pergi setelah kondisi memungkinkan untuk melakukan evakuasi.
Lakukan simulasi sederhana secara berkala agar anak terbiasa mengikuti jalur tersebut tanpa kebingungan.
5. Ajarkan untuk Mengikuti Informasi ResmiSetelah gempa, anak perlu diajarkan untuk mengikuti arahan orang tua dan petugas. Jangan membuat anak percaya pada informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Orang tua juga dapat mengajarkan anak bahwa gempa susulan mungkin terjadi sehingga mereka tetap perlu berhati-hati setelah guncangan utama berhenti.