Ketua DPR Minta Pendataan Korban Gempa NTT Dipercepat

Sabtu, 15/08/2026 14:13 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mempercepat pendataan korban dan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).

Puan menyampaikan keprihatinan atas bencana tersebut dan meminta pemerintah segera merespons kebutuhan masyarakat terdampak.

“Pimpinan DPR menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa besar di NTT. Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa, dan merespons cepat kebutuhan warga terdampak,” kata Puan.

Gempa yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan utara Flores seperti Maumere, Ngada, dan Manggarai. Gempa juga sempat memicu tsunami kecil di sejumlah lokasi sebelum peringatan dini tsunami dicabut.

Hingga Sabtu siang, dilaporkan lima orang meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka-luka. Dua korban di antaranya merupakan ibu dan anak yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumah.

“Dukacita mendalam kami sampaikan bagi para korban dan keluarga. Semoga korban yang mengalami luka-luka juga dapat segera pulih,” ujar Puan.

Puan meminta pemerintah mempercepat pendataan korban, kerusakan bangunan, serta kebutuhan warga, khususnya di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.

“Pendataan yang cepat dapat memudahkan penanganan pascagempa sehingga kebutuhan korban dapat segera diberikan,” katanya.

Gempa juga dirasakan hingga sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Bima, Kepulauan Selayar, dan Bulukumba. Warga di Selayar dan Bulukumba bahkan sempat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi setelah terdeteksi tsunami setinggi sekitar 0,5 meter.

Meski peringatan dini tsunami telah dicabut, Puan meminta pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak. Ia juga mengimbau masyarakat untuk sementara menjauhi kawasan pantai.

Selain warga setempat, Puan meminta pemerintah memastikan wisatawan yang terdampak gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, mendapat bantuan dan perlindungan.

Gempa turut dirasakan kuat di kawasan destinasi wisata tersebut. Ratusan wisatawan domestik maupun mancanegara sempat berhamburan keluar dari hotel, sementara sejumlah hotel dan resor dilaporkan mengalami kerusakan.

“Para wisatawan ini jauh dari rumahnya. Pemerintah harus memastikan mereka mendapat pertolongan, khususnya bagi wisatawan yang tempatnya menginap rusak,” jelas Puan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Busur Belakang Flores, yakni sesar aktif di dasar Laut Flores di utara Pulau Flores.

Puan pun meminta pemerintah memperkuat mitigasi guna mengantisipasi potensi gempa susulan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi gempa besar berikutnya.

“Pemerintah melalui lembaga yang berwenang harus memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta memberikan edukasi untuk mencegah keresahan warga,” pesan Puan.

Lebih lanjut, Puan meminta bantuan logistik segera disalurkan secara merata kepada seluruh warga terdampak, terutama masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan warga di wilayah dengan akses sulit.

Ia juga meminta pemerintah memastikan tempat pengungsian aman dan nyaman bagi warga yang harus meninggalkan rumah.

“Dan apabila ada warga yang mengungsi, pastikan tempat pengungsian yang nyaman dan aman. Pengungsian harus ramah terhadap lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui, warga difabel dan yang memiliki penyakit bawaan,” tutupnya.

 

 

 

TERKINI
Libur HUT ke-81 RI, Naik Whoosh Rp8.800 dan Diskon hingga Rp200.000 Gempa NTT, Menhub Instruksikan Periksa Menyeluruh Fasilitas Transportasi Ketua DPR Minta Pendataan Korban Gempa NTT Dipercepat Kepala BNPB dan Menko PMK Bertolak ke NTT Pascagempa M7,7