Jum'at, 14/08/2026 17:08 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah telah melakukan revitalisasi terhadap 71.744 sekolah di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
"Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Tapi tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah," kata Prabowo.
Program revitalisasi sekolah telah berjalan sejak 2025. Pada tahun tersebut, kata Prabowo, pemerintah telah memperbaiki sekitar 17.000 sekolah.
Target Pembangunan Prabowo 2027: Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun
Prabowo Ucapkan Terima Kasih Khusus ke PDIP
Prabowo Pamer 121 Kebijakan Selama 21 Bulan Memimpin
Program itu akan terus dilanjutkan hingga 2029 dengan target jumlah sekolah yang direvitalisasi semakin besar.
Pemerintah menargetkan perbaikan terhadap 100.000 sekolah pada 2027 dan jumlah yang sama pada 2028. Prabowo menargetkan seluruh sekolah dan pesantren di Indonesia dapat direnovasi pada 2029.
"Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000, tahun 2028 100.000," tutur dia.
Prabowo menegaskan, program tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang berada di perkotaan. Pemerintah juga melakukan perbaikan fasilitas pendidikan di wilayah terpencil dan terluar Indonesia.
"Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, pulau Mianggas, kita sudah perbaiki sekolah di Mianggas," kata Prabowo.