Jum'at, 14/08/2026 13:39 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mengatakan bahwa bangsa selalu mampu berdiri tegak di tengah badai karena rakyatnya tidak pernah berhenti mencintai negara.
Hal itu disampaikan Sultan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
"Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka mengajarkan kita pada satu hal, bahwa, bangsa ini selalu mampu berdiri tegak di tengah badai," ucap Sultan.
Dia menuturkan, bangsa ini pernah menghadapi konflik, krisis ekonomi, bencana alam, pandemi, gejolak politik, dan berbagai ujian sejarah.
Prabowo: Gaji Hakim Junior Naik 280 Persen, Ketua MA RI Lampaui Singapura
Ketua MPR: Anak Indonesia Harus Jadi Pelaku, Bukan Penonton Perubahan
Prabowo Pamer B50: Indonesia Tak Lagi Impor Solar, Hemat Rp170 Triliun
"Namun Indonesia tetap tegak berdiri, karena rakyatnya tidak pernah berhenti mencintai negeri ini," kata dia.
Di daerah-daerah, kata Sultan, cinta kepada Indonesia bekerja dalam bentuk yang sederhana, seperti salah satunya guru-guru tetap mengajar meski ruang kelas terbatas.
"Bidan tetap melayani meski jalan yang ditempuh jauh. Petani tetap menanam meski cuaca tidak selalu pasti. Nelayan tetap melaut meski ombak berubah. Aparatur desa tetap melayani di pelosok negeri. Dan ibu-ibu tetap menjaga masa depan anak-anaknya meski hidup tidak selalu mudah," ucapnya.
Sultan menyebut, ujian bangsa semakin menantang, tetapi tuntutannya tetap sama yakni keberanian, persatuan, kepercayaan, dan keteladanan.
"Keberanian untuk memperbaiki yang belum sempurna. Persatuan untuk menyatukan langkah di tengah perbedaan. Kepercayaan rakyat kepada parlemen dan pemerintah. Keteladanan pemimpin dan seluruh penyelenggara negara kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan," jelasnya
DPD RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, sebagai modal terbesar bangsa kita.
"Dalam demokrasi, kita boleh berbeda pandangan politik. Kita boleh berbeda pendekatan kebijakan. Tetapi kita tidak boleh berbeda dalam satu hal, menjaga dan mencintai Indonesia," tuturnya.