Rabu, 12/08/2026 10:18 WIB
Cilacap, Jurnas.com- Pergerakan pariwisata Indonesia memasuki paruh kedua 2026 dengan aktivitas perjalanan domestik yang tetap tinggi dan tingkat hunian hotel yang menguat. Di tingkat daerah, pelaku wisata di Cilacap melihat ruang pasar yang semakin terbuka bagi perjalanan berbasis alam, aktivitas, dan pengalaman.
Pemilik Senusa Trip, Pangky Muhammad, mengatakan perubahan itu mulai terlihat dari cara wisatawan memilih perjalanan. Menurut dia, sebagian wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi yang sudah dikenal, tetapi juga mempertimbangkan aktivitas yang dapat dilakukan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di suatu tempat.
Salah satu pengalaman yang menjadi perhatian Senusa Trip datang dari Mr. Frank, wisatawan mancanegara yang pernah mengikuti perjalanan di kawasan perairan dan lanskap hijau Cilacap. Perjalanan tersebut didokumentasikan Senusa Trip pada 11 Juli 2025 dan dipromosikan sebagai pengalaman menjelajah “Amazon of Java”.
Dalam dokumentasi itu, Frank menyampaikan kesan positif terhadap perjalanan yang ia ikuti, terutama karena pengalaman tersebut membawanya lebih dekat dengan alam. Bagi Pangky, respons semacam itu memberi gambaran bahwa produk wisata daerah tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan asing ketika pengalaman yang ditawarkan jelas dan khas.
Pariwisata Indonesia Peringkat 22 Dunia Lewati Turki dan Belgia
Komisi X Minta Jangan Ada Privatisasi Pariwisata di Indonesia
HIPMI Kecam Mafia Karantina: Rugikan Pariwisata Indonesia!
“Yang kami lihat, wisatawan sekarang makin memperhatikan apa yang bisa mereka lakukan selama perjalanan. Ketika ada tamu dari luar negeri datang ke Cilacap, mencoba pengalaman yang kami tawarkan, lalu pulang dengan kesan yang baik, itu menjadi sinyal bahwa produk wisata daerah juga punya pasar,” kata Pangky.
Pangky menilai peluang tersebut cukup relevan bagi Cilacap yang memiliki potensi wisata alam dan aktivitas luar ruang. Menurut dia, pengembangan wisata berbasis pengalaman tidak harus selalu bertumpu pada keramaian atau event besar, tetapi perlu ditopang kualitas pelayanan, keselamatan, pengelolaan destinasi, dan promosi yang konsisten.
Arah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Pariwisata yang mendorong pariwisata berkualitas, aman, berkelanjutan, dan memberi dampak ekonomi kepada masyarakat. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga menekankan bahwa pertumbuhan pariwisata perlu dirasakan hingga ke pelaku usaha, UMKM, pekerja pariwisata, dan ekonomi daerah.
Sport tourism menjadi salah satu bagian dari pengembangan produk wisata yang didorong pemerintah. Bagi pelaku seperti Senusa Trip, pendekatan tersebut membuka ruang untuk menghubungkan aktivitas olahraga dan petualangan dengan karakter destinasi, sekaligus memperpanjang aktivitas dan belanja wisatawan selama berada di daerah.
Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan, naik 1,98 persen dibandingkan Juni tahun lalu. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang juga mencapai 54,28 persen atau meningkat 4,30 poin secara tahunan.
Pada bulan yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 1,39 juta kunjungan. Angka itu turun 2,15 persen dibandingkan Juni 2025. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata mencatat secara kumulatif Januari–Mei 2026 kunjungan wisman mencapai 6,07 juta atau tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pangky menilai pergerakan angka nasional tersebut perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang nyata di daerah. Bagi pelaku, dampak pariwisata baru benar-benar terasa ketika wisatawan menggunakan jasa pemandu, transportasi lokal, penginapan, kuliner, dan produk usaha masyarakat.
“Buat kami ukurannya sederhana. Kalau wisatawan datang kemudian belanjanya ikut berputar di daerah, pelaku lokal ikut bekerja dan masyarakat ikut mendapat manfaat, berarti pertumbuhan itu benar-benar terasa. Jadi bukan hanya soal berapa orang yang datang, tetapi apa yang tertinggal setelah mereka pulang,” ujar Pangky.
Ia berharap momentum tersebut dapat terus membuka ruang bagi destinasi di luar jalur wisata utama. Menurut Pangky, Cilacap memiliki peluang untuk memperkuat produk wisata alam, petualangan, dan sport tourism selama kualitas pengalaman wisatawan tetap menjadi perhatian utama.
Bagi Senusa Trip, pengalaman Mr. Frank menjadi salah satu contoh kecil dari peluang itu. Testimoni satu wisatawan tentu tidak mewakili keseluruhan pasar, namun respons positif dari wisatawan mancanegara dinilai memberi dorongan bagi pelaku di daerah untuk terus memperkuat kualitas produk dan pelayanan.
Keyword : Senusa Trip Pangky Muhammad Pariwisata Indonesia