Menko PM Apresiasi Baznas Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Entaskan Kemiskin

Selasa, 11/08/2026 13:55 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI atas perannya dalam mendukung pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

"Alhamdulillah, Baznas sudah menjadi pelaku dari pemberdayaan masyarakat. Baznas bukan hanya mengatasi kemiskinan secara karitatif, tetapi juga membangun dan menumbuhkembangkan ekosistem, itu luar biasa," kata Menko PM Humaimin dalam keterangan di Jakarta, Selasa (11/8).

Dia menyebut upaya penguatan ekonomi umat melalui program pemberdayaan tersebut membuat Baznas menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendukung pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan di Indonesia.

"Karena itu, kolaborasi dengan Baznas sangat penting. Baznas kenapa dipercaya? Karena membangun ekosistem," ujarnya.

Menko PM menjelaskan penanganan kemiskinan memiliki tingkatan mulai dari pemberian bantuan dasar secara karitatif hingga pemberdayaan yang mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri. Pada tahap pemberdayaan inilah, menurutnya, Baznas menunjukkan peran pentingnya.

"Ada yang paling dasar, yakni karitatif, ada yang paling tinggi adalah pemberdayaan. Nah, di situlah apresiasi kepada Baznas yang juga telah terus tumbuh menjadi kekuatan partner pemerintah," lanjut dia.

Menko Muhaimin menilai program pemberdayaan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai kemiskinan. Dalam konteks tersebut, ia menyebut pesantren sebagai salah satu ekosistem yang potensial untuk mendukung pengentasan kemiskinan.

"Pesantren itu menjadi pilihan dari upaya kita mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Karena dari zaman ke zaman pesantren itu memiliki ekosistem yang kuat, kokoh, dan kredibel," ungkap dia.

Ia menegaskan pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak, termasuk Baznas dengan pola kerja yang lebih adaptif. Langkah tersebut diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.

"Ini semua tidak lain karena kita ingin melanjutkan orientasi baru Presiden agar kemajuan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh (kalangan) atas tetapi dinikmati juga bersama-sama. Semua hari ini tidak ada jalan lain kecuali merombak pola kerja karena tantangannya begitu kompleks," tutur Abdul Muhaimin Iskandar. (Ant)

TERKINI
Lima Doa Maulid Nabi yang Paling Sering Dibaca Keutamaan Mengikuti Acara Maulid Nabi Muhammad Ini Keutamaan Membaca Doa Maulid dalam Hadis Menelusuri Asal Muasal Slogan Hubbul Wathan Minal Iman