Senin, 10/08/2026 14:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Korban meninggal akibat banjir di negara bagian Assam, India, mencapai 100 orang. Pemerintah setempat kini mulai melakukan pendataan kerusakan di seluruh wilayah yang terdampak.
Otoritas Penanggulangan Bencana Negara Bagian Assam (ASDMA) menyebut dua kematian tambahan dilaporkan pada Minggu malam, sehingga total korban meninggal akibat banjir menjadi 100 orang.
Banjir telah berdampak pada sekitar 1,1 juta warga yang tersebar di 25 distrik di Assam. Kepala Menteri Assam Himanta Biswa Sarma mengatakan lebih dari 2.000 pusat distribusi bantuan telah beroperasi di berbagai wilayah terdampak.
“Upaya rehabilitasi masih berlangsung,” kata Sarma melalui platform X.
Sebelum Ramadan, Kemensos Salurkan Bantuan Alat Salat Korban Banjir di Aceh
Kemenkes Wanti-wanti Risiko Wabah di Pengungsian Korban Banjir
Prabowo Ingin Hunian Warga Terdampak Bencana di Sumatra Segera Terbangun
Pemerintah Assam pada Minggu juga mulai melakukan pendataan kerusakan secara langsung dari rumah ke rumah di seluruh distrik yang terdampak banjir.
Pendataan tersebut mencakup rumah yang rusak, ternak, serta dampak lain akibat bencana. Pemerintah menargetkan seluruh kerusakan dapat terdokumentasi hingga 31 Agustus.
“Tidak ada keluarga yang akan tertinggal dalam mendapatkan manfaat rehabilitasi yang menjadi hak mereka,” ujar Sarma.
Pendataan menjadi tahap penting bagi pemerintah Assam untuk menentukan kebutuhan rehabilitasi setelah banjir. Pemerintah juga masih menjalankan distribusi bantuan melalui ribuan pusat bantuan yang telah disiapkan.
Sumber: Anadolu