Senin, 10/08/2026 12:18 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, semakin meluas. Berdasarkan data sementara yang telah diverifikasi, sekitar 520 hektare kawasan terdampak kebakaran, dengan sekitar 300 hektare di antaranya terbakar pada malam sebelumnya.
Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan hutan konservasi yang dinilai turut menjadi persoalan dalam pengendalian kebakaran.
Kebakaran Hutan Berulang, Komisi IV DPR Desak Kemenhut Ubah Strategi
Komisi III Panggil Polda Sumut soal Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
Komisi XIII Dukung Pengetatan Naturalisasi WNA Demi Lindungi Aset Nasional
Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan serta penerapan aturan di kawasan konservasi, termasuk aktivitas pekerjaan perbaikan jalur perlintasan.
“Dilihat dari kejadian ini ada kelemahan di pengawasan di hutan konservasi, kelemahan dari petugas pengawasan dan aturan yang tidak dijalankan atau diterapkan dengan benar,” kata Usman kepada wartawan, Senin (10/8).
Usman juga meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menambah armada water bombing untuk mempercepat proses pemadaman. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api terus meluas ke kawasan lainnya.
Ia mendorong Kemenhut bersama instansi terkait menyiapkan langkah alternatif dalam pengendalian kebakaran, mengingat kondisi medan di kawasan Bromo menyulitkan proses pemadaman melalui jalur darat.
Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah memerintahkan jajarannya memaksimalkan operasi water bombing hingga api benar-benar padam.
Pemadaman melalui udara dinilai menjadi salah satu opsi penting untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh petugas melalui jalur darat.
Dalam kondisi cuaca mendukung, satu unit helikopter disebut dapat melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari.
Besarnya luasan kawasan yang terdampak membuat proses pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pemerintah juga mengambil langkah antisipasi dengan menutup akses menuju kawasan Bromo.
Empat akses masuk menuju kawasan Bromo dari wilayah Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total untuk mendukung proses pemadaman sekaligus mengantisipasi risiko terhadap pengunjung dan masyarakat.
Penutupan akses tersebut dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
DPR pun meminta penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengevaluasi sistem pengawasan di kawasan konservasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.