Sabtu, 08/08/2026 22:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kelompok Houthi Yaman pada Jumat menyatakan telah melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap sebuah pangkalan militer pemerintah yang penting di Provinsi Marib, wilayah timur laut yang kaya minyak.
Langkah itu dilakukan di tengah eskalasi tajam permusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan tentara maupun warga sipil.
Juru bicara militer Houthi Yahya Sarea menyatakan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa kelompok tersebut menargetkan pasukan pemerintah, depot senjata, kendaraan, dan peralatan militer di Kamp Sahn al-Jinn dekat Kota Marib dengan sejumlah besar rudal dan drone.
Sarea mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan menyusul apa yang digambarkan oleh kelompok Houthi sebagai deteksi terhadap mobilisasi militer dan pengiriman pasukan tambahan yang didukung Arab Saudi di wilayah tersebut, seraya menuduh Arab Saudi sedang mempersiapkan aksi militer.
Militer Yaman dan Koalisi Saudi Gempur Situs Militer Houthi
Houthi Deklarasikan Blokade Maritim terhadap Arab Saudi
Pemerintah Yaman Minta PBB Lebih Tegas terhadap Iran Soal Pendaaan Houthi
Seorang pejabat militer yang tak ingin diungkap identitasnya mengatakan kepada Xinhua bahwa empat tentara pemerintah tewas dan empat lainnya terluka ketika sebuah drone Houthi menyerang pasukan propemerintah di Distrik Harib, Marib selatan.
Serangan rudal dan drone juga dilaporkan terjadi di wilayah-wilayah lain di Marib yang dikuasai pemerintah pada Jumat itu.
Perkembangan terbaru tersebut menyusul gelombang serangan Houthi sehari sebelumnya terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi di Marib dan Hadramout yang berdekatan.
Pada Kamis (6/8), Sarea mengatakan bahwa rudal balistik dan drone Houthi telah menghantam kamp-kamp militer dan tempat berkumpulnya pasukan di kedua provinsi tersebut, seraya mengeklaim bahwa ratusan personel pemerintah tewas atau terluka.
Marib, sebuah provinsi yang kaya akan minyak dan gas alam, merupakan salah satu wilayah yang paling sengit diperebutkan dalam perang saudara Yaman. Provinsi tersebut masih menjadi salah satu basis pertahanan utama pemerintah yang diakui secara internasional.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada 2015 guna mendukung pemerintah Yaman.
Gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai berlaku pada April 2022 dan berakhir pada Oktober tahun tersebut tanpa perpanjangan resmi. Namun, gencatan senjata de facto yang rapuh sebagian besar tetap bertahan sejak saat itu, meskipun terjadi bentrokan sporadis, serangan artileri, dan serangan drone di sepanjang beberapa garis depan.
Keyword : Houthi YamanPasukan YamanPerang Yaman