Kamis, 06/08/2026 21:55 WIB
New Delhi, Jurnas.com - Platform pesan instan Meta Platforms, WhatsApp, tengah menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna di India menambahkan tanggal lahir. Uji coba ini menjadi pembaruan penting bagi layanan pesan populer tersebut di pasar terbesarnya.
Sejumlah tangkapan layar yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan kotak dialog di bagian atas aplikasi bagi sebagian pengguna.
"Tambahkan tanggal lahir Anda. Undang-undang baru di India mengharuskan kami menanyakan usia Anda," demikian bunyi kotak dialog tersebut, dikutip dari Bloomberg pada Kamis (6/8).
"Untuk mematuhi undang-undang yang akan datang di India seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Digital, kami sedang menguji cara-cara yang melindungi privasi bagi pengguna untuk mengonfirmasi usia mereka," ungkap juru bicara WhatsApp dalam kesempatan berbeda.
Ketentuan dalam undang-undang tersebut mengatur pemrosesan data pribadi anak-anak, yang mewajibkan adanya langkah verifikasi usia guna memastikan apakah pengguna berusia di bawah 18 tahun. WhatsApp tercatat memiliki lebih dari 600 juta pengguna di negara Asia Selatan tersebut.
Berbagai pemerintah di seluruh dunia saat ini tengah memberlakukan atau mengkaji larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, meskipun negara seperti Australia tidak memasukkan WhatsApp ke dalam cakupan aturan tersebut.
Uji coba fitur baru ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara pihak Meta dan pemerintah India. Meta sebelumnya mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyampaikan permohonan maaf kepada pejabat pemerintah setelah sempat membatasi unggahan Facebook milik Perdana Menteri Narendra Modi.
Dalam unggahan tersebut, PM Modi menyapa para siswa terkait kebocoran soal ujian yang memicu aksi protes secara nasional.
Perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California tersebut juga mendapat sorotan tajam dari otoritas India terkait konten seksual yang melibatkan anak-anak di platform miliknya, termasuk Instagram. Menanggapi hal itu, Meta menegaskan terus memperkuat sistem pertahanannya dan menerapkan kebijakan toleransi nol terhadap konten semacam itu.
Secara terpisah, Kementerian Teknologi Federal India juga meminta WhatsApp untuk menunda peluncuran fitur nama pengguna baru, yang memungkinkan pengguna terhubung tanpa membagikan nomor telepon, akibat kekhawatiran terkait penipuan identitas (impersonation) dan kejahatan digital.
WhatsApp menegaskan bahwa fitur pemeriksaan usia baru ini masih bersifat opsional dalam tahap uji coba, sehingga pengguna tidak diwajibkan mengonfirmasi usia mereka untuk tetap dapat menggunakan aplikasi.
"Langkah ini tidak mengubah cara kerja WhatsApp maupun pengalaman Anda. Kami memahami bahwa informasi mengenai usia seseorang bersifat pribadi dan tidak akan dibagikan kepada pengguna WhatsApp lainnya," ujar WhatsApp.
Keyword : Fitur Baru WhatsApp Verifikasi Usia Regulasi Meta