Senin, 03/08/2026 23:15 WIB
Oksbol, Jurnas.com - Sekitar 1.600 prajurit muda Denmark mulai menjalani program wajib militer terintegrasi dengan durasi lebih panjang daripada sebelumnya.
Mereka diwajibkan masuk kamp selama 11 bulan, sebagai upaya Denmark memperkuat lini pertahanan nasional akibat tekanan keamanan di kawasan Arktik serta dinamika perang di Ukraina.
Pemerintah Denmark pada 2024 telah menetapkan kebijakan untuk memperluas cakupan wajib militer bagi kaum perempuan untuk pertama kalinya. Selain itu, durasi layanan standar ditingkatkan dari empat bulan menjadi 11 bulan, dengan target jumlah pendaftar tahunan dinaikkan secara bertahap dari 5.000 menjadi 7.500 prajurit pada 2033.
Gelombang rekrutan baru ini tiba tepat saat Denmark bersiap menempatkan pasukan wajib militer ke Greenland untuk pertama kalinya pada akhir Agustus mendatang. Kompi yang terdiri dari lebih 100 prajurit tersebut dijadwalkan bertugas selama satu bulan untuk mengambil alih tugas-tugas operasional dari pasukan profesional.
Penempatan pasukan ke Greenland ini mengusung bobot politik yang cukup besar, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Senin (3/8). Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berulang kali melontarkan wacana untuk menguasai wilayah otonom milik Denmark tersebut, dengan alasan keamanan nasional.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen saat menghadiri KTT NATO di Ankara pada Juli lalu juga menegaskan bahwa negaranya siap mempertahankan setiap jengkal wilayah aliansi militer tersebut.
Silas Nohr, seorang peserta wajib militer berusia 19 tahun asal Kota Varde di Denmark barat, menyambut positif perpanjangan durasi masa dinas ini. "Sekarang kami memiliki waktu 11 bulan, dan saya merasa kita benar-benar bisa mendalaminya, merasakannya secara nyata, dan memahami dunia militer dengan jauh lebih mendalam," ujarnya.
Para rekrutan baru ini akan menjalani lima bulan pelatihan dasar yang dilanjutkan dengan enam bulan masa dinas operasional. Angkatan Bersenjata Denmark juga memperkenalkan divisi baru dalam program ini, termasuk penyiapan peleton pesawat nirawak (drone) di bawah Komando Operasi Khusus.
Sistem wajib militer di negara Nordik ini menerapkan skema pengundian bagi setiap warga muda sehat yang genap berusia 18 tahun. Namun selama bertahun-tahun, kuota wajib militer di Denmark hampir sepenuhnya diisi oleh para relawan, dan sistem undian hanya digunakan untuk memenuhi sisa kuota yang belum terisi.
Negara-negara tetangga di kawasan Nordik seperti Swedia, Finlandia, dan Norwegia juga mengoperasikan sistem dinas militer berbasis wajib militer, serupa dengan yang diterapkan oleh negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania.