Senin, 03/08/2026 13:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Enam warga Israel ditangkap pada Minggu (2/8) setelah diduga menyerang pintu masuk Biara Santo Yakobus (St. James Monastery) milik Patriarkat Armenia di Kota Tua Yerusalem.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Berdasarkan unggahan di platform X milik jurnalis Armenia di Yerusalem, Kegham Balian, sekelompok orang berkumpul di luar biara dan "bergantian meludah ke arah pintu masuk biara."
Ketegangan makin meningkat ketika kelompok tersebut melihat seorang wanita Armenia merekam aksi mereka dari pemukiman terdekat. Balian, yang mengunggah rekaman video kejadian tersebut, menyebutkan bahwa para pelaku merespons dengan melemparkan batu ke jendela wanita itu sambil meneriakkan makian ke arahnya.
Kepolisian Israel langsung mengamankan keenam pria tersebut ke dalam tahanan, sementara pihak Patriarkat Armenia telah mengajukan laporan pengaduan resmi atas aksi penyerangan itu.
Dampak Serangan Iran, Warga Israel Mengungsi ke Stasiun Bawah Tanah
Sirine Terus Menggema di Yerusalem Usai Iran Luncurkan Rudal Balistik
Pemerintah Diminta Transparan Soal Calling Visa bagi Warga Israel
Mengutip keterangan Kepolisian Israel, Times of Israel melaporkan bahwa satu dari enam pelaku merupakan pria dewasa, sedangkan lima lainnya masih di bawah umur.
Otoritas setempat melarang tiga tersangka memasuki kawasan Kota Tua selama 15 hari. Sementara tiga tersangka lainnya menjalani persidangan di Pengadilan Magistrat Yerusalem, di mana tim penyidik mendesak agar masa penahanan mereka diperpanjang.
Aksi penyerangan ini menambah panjang rekam jejak gangguan dan pelecehan yang menyasar komunitas Kristen Armenia di Yerusalem.
Mengutip The Armenian Report, para pemimpin komunitas menyebutkan bahwa insiden yang menargetkan rohaniwan, jemaat, hingga aset milik warga Armenia kian sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memperdalam kekhawatiran atas masa depan salah satu komunitas Kristen tertua yang masih bertahan di dunia tersebut.
Upaya menekan aksi serangan terhadap rohaniwan Kristen dan vandalisme pada situs-situs gereja di Kota Tua terbukti masih menjadi tantangan berat bagi otoritas Israel.
Dalam wawancara bersama Fox News pada Sabtu (1/8), Presiden Israel Isaac Herzog mengklaim bahwa pemerintahannya tengah "menangani permasalahan tersebut secara tegas."