Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

Minggu, 02/08/2026 11:33 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA melalui Lembaga Pendidikan ANTARA (LPA) menyelenggarakan Bootcamp Content Creator, guna membangun generasi muda yang mampu menghasilkan konten digital berkualitas sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 30–31 Juli 2026 di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, menjadi bagian dari komitmen ANTARA dalam memperkuat ekosistem kreator digital yang bertanggung jawab.

Program kolaborasi LPA bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNI, Perum BULOG, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ini diikuti oleh 20 peserta berusia 17–20 tahun.

Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butar Butar, mengatakan perkembangan media digital membutuhkan kreator yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kepedulian sosial serta kesadaran bahwa setiap konten yang memiliki dampak terhadap masyarakat.

“Bootcamp Content Creator yang diselenggarakan ANTARA bersama beberapa mitra ini sebagai upaya untuk membangun generasi muda yang lebih memiliki kemampuan tapi juga kepedulian sosial yang besar. Jadi di sini dilatih untuk mereka mampu dapat memberikan dampak bagi masyarakat secara luas lewat konten kreasi yang mereka hasilkan,” kata Benny saat membuka Bootcamp Content Creator di ANTARA Heritage Center, Kamis (30/7).

Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik produksi konten, mulai dari menentukan sudut pandang (angle), memilih tema, menyusun konsep kreatif, hingga mengembangkan gaya penyampaian sesuai karakter masing-masing.

Selain penguasaan aspek teknis, peserta juga dibekali literasi media agar memahami pentingnya menghadirkan informasi yang akurat, kredibel, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.

Benny menegaskan bahwa tujuan utama bootcamp adalah melahirkan kreator yang mampu menghasilkan karya yang menginspirasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bootcamp ini diarahkan mereka menghasilkan sebuah keterampilan yang mampu membawa dampak yang positif, menggugah, dan menginspirasi. Sehingga bangsa ini generasi muda menciptakan hal-hal yang bermanfaat dan berdampak secara positif karena setiap hasilnya akan memberikan pengaruh ke masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, profesi content creator juga memiliki peluang ekonomi yang besar. Melalui peningkatan kompetensi, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus mengembangkan karier profesional di industri kreatif digital.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Syali Gestanon, mengapresiasi penyelenggaraan Bootcamp Content Creator yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menghadirkan ruang digital yang sehat dan dipenuhi informasi berkualitas.

Menurut Syali, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran konten yang menyesatkan di media sosial. Karena itu, ia berharap para peserta mampu menjadi kreator yang mengedepankan fakta dan data tanpa mengurangi kreativitas dalam menyampaikan pesan.

“Kami berharap bootcamp ini mampu menghasilkan content creator yang menyajikan informasi berkualitas, berdasarkan fakta dan data yang benar sehingga masyarakat memperoleh informasi yang bermanfaat dan tidak menyesatkan,” kata Syali.

Ia juga berharap para peserta dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi yang terverifikasi kepada masyarakat serta mendorong ANTARA untuk memperluas cakupan peserta pada penyelenggaraan berikutnya agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat mendukung kegiatan ini dan berharap kolaborasi bersama ANTARA dapat terus diperkuat sehingga dampaknya semakin luas bagi masyarakat,” ujar Syali.

TERKINI
Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?