Jum'at, 31/07/2026 14:30 WIB
Beirut, Jurnas.com - Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan di bawah Pegunungan Beaufort, Lebanon selatan, yang diklaim milik kelompok Hizbullah. Pengumuman ini disampaikan secara resmi oleh Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Israel pada Kamis malam atau Jumat (31/7) pagi.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengoperasikan sekitar 700 ton bahan peledak untuk meruntuhkan struktur bawah tanah tersebut. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan ledakan dahsyat yang memicu terbentuknya awan abu tebal hingga menyelimuti kawasan pemukiman dan desa-desa di sekitarnya.
Selain itu, pihak militer merilis rekaman yang mereka sebut sebagai bukti bahwa lokasi tersebut difungsikan sebagai gudang penyimpanan senjata sekaligus pusat komando operasional Hizbullah.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan bahwa aksi militer ini merupakan balasan langsung atas tuduhan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang baru disepakati minggu ini oleh Hizbullah.
Militer Iran Serang Sejumlah Pangkalan AS di Kuwait
Kairo Gelar Pertemuan Mediator, Bahas Fase Kedua Gencatan Senjata di Gaza
Mesir Pastikan Kebakaran Tanker gegara Serangan Drone
"Negara Israel tidak akan menerima pelanggaran apa pun terhadap perjanjian gencatan senjata. Setiap upaya Hizbullah untuk membahayakan pasukan IDF atau warga sipil Israel akan dibalas dengan respons yang parah dan kuat yang akan menuntut harga yang mahal dari organisasi teroris tersebut," bunyi pernyataan resmi pemerintah dikutip dari Arab News.
Jajaran pimpinan Israel mengonfirmasi bahwa pasukan militer akan tetap disiagakan di Lebanon selatan untuk menyisir dan melumpuhkan sisa-sisa infrastruktur Hizbullah.
Menurut laporan Times of Israel, aksi pembongkaran terowongan ini sejatinya telah dijadwalkan lebih awal, tetapi sempat ditunda akibat adanya kesepakatan kerangka kerja yang tercapai pada Juni lalu. Dalam keterangan terpisahnya, IDF mengonfirmasi telah meruntuhkan beberapa jalur bawah tanah vital di kawasan Pegunungan Beaufort.
"Selama beberapa minggu terakhir, pasukan IDF telah menyelesaikan pengamanan area Pegunungan Beaufort, sembari mengambil alih dan membersihkan infrastruktur bawah tanah serta mempersiapkannya untuk dihancurkan," ujar pihak militer.
Sebelumnya, pihak militer Israel juga tercatat telah meruntuhkan sebuah terowongan di dekat wilayah Pegunungan Beaufort pada 13 Juli.
Adapun kesepakatan yang dicapai pada Juni lalu mengamanatkan penempatan militer Lebanon di wilayah selatan, yang sebelumnya menjadi basis kekuatan dan pengaruh Hizbullah. Langkah ini dirancang untuk membuka jalan bagi penarikan mundur pasukan Israel dari zona penyangga di wilayah selatan.
Tim teknis dari kedua belah pihak dijadwalkan bertemu pada 4 hingga 6 Agustus mendatang guna membahas percepatan implementasi kesepakatan kerangka kerja, yang diharapkan dapat menjadi pijakan menuju perjanjian perdamaian permanen antara Israel dan Lebanon.