Militer Iran Serang Sejumlah Pangkalan AS di Kuwait

Jum'at, 31/07/2026 13:41 WIB

Teheran, Jurnas.com - Militer Iran menyatakan telah meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan berbagai fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait.

Aksi ini menandai berlanjutnya kembali pertempuran antara Washington dan Teheran di kawasan Timur Tengah setelah sempat mereda selama hampir sepekan, dan perundingan perdamaian yang belum mendapatkan titik temu.

Dalam sebuah pernyataan resmi, angkatan bersenjata Iran menyebutkan bahwa gempuran tersebut menyasar "tempat perlindungan pesawat tempur, sistem komunikasi satelit, dan fasilitas penyimpanan peralatan di Pangkalan Udara Ahmad Al-Jaber di Kuwait."

Hingga saat ini, belum ada tanggapan atau komentar resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait klaim serangan tersebut, sebagaimana dikutip dari Arab News.

Lebih lanjut, Iran mengatakan bahwa gempuran drone ini dilancarkan "sebagai tanggapan atas agresi terbaru oleh militer teroris AS terhadap negara kami dan serangan brutalnya terhadap sebuah rumah tinggal di Pulau Qeshm."

Media lokal melaporkan pada Kamis bahwa tiga anggota dalam satu keluarga tewas akibat gempuran udara AS di Pulau Qeshm, yang terletak di kawasan Selat Hormuz—jalur perairan vital bagi perdagangan minyak dan gas dunia.

Jalur perdagangan strategis tersebut secara normal dilalui oleh sekitar 20 persen pengiriman minyak mentah global. Namun, operasinya praktis terhenti setelah diisolasi oleh pihak Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari.

Sementara itu, Amerika Serikat terus melancarkan rentetan gempuran balasan ke wilayah provinsi-provinsi pesisir selatan Iran dalam upaya untuk melemahkan kendali Teheran atas jalur perairan vital tersebut.

TERKINI
Menelusuri Ayat-ayat Al-Qur`an yang Melarang Perbuatan LGBT 6 Keutamaan Bersedekah di Hari Jumat yang Sayang untuk Dilewatkan Profil Carlos Espi, Rekrutan Anyar Madrid yang Moncer Musim Lalu Xi Jinping Lanjutkan Aksi Bersih-Bersih Korupsi di Militer