Kamis, 30/07/2026 21:06 WIB
Jairo, Jurnas.com - Mesir mengonfirmasi bahwa insiden kebakaran yang melanda dua kapal gas di pelabuhan Damietta, Laut Tengah, dipicu oleh serangan pesawat nirawak (drone).
Pernyataan ini memastikan bahwa kobaran api yang terjadi pada Rabu sebelumnya bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan akibat dari aksi serangan, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Kamis (30/7).
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Kejadian ini berlangsung tak jauh dari Terusan Suez, yang saat ini menjadi jalur evakuasi aman terakhir bagi distribusi minyak Arab Saudi ke pasar global.
Pihak kabinet menambahkan bahwa otoritas terkait terus melanjutkan penyelidikan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional Mesir.
UEA dan Dewan Teluk Kecam Serangan Drone di Arab Saudi
Balas Serangan Rudal, Militer AS Gempur Puluhan Target Garda Revolusi Iran
Harga Minyak Dunia Mulai Turun Meski Konflik AS-Iran Meluas
Pada Rabu kemarin, firma keamanan maritim asal Inggris, Ambrey, melaporkan bahwa sebuah drone telah menabrak kapal tanker penyimpanan gas milik AS di pelabuhan tersebut. Evaluasi awal atas kejadian ini memicu kekhawatiran terkait potensi meluasnya konflik di seluruh wilayah Timur Tengah.
Tiga sumber perdagangan yang mengetahui insiden tersebut mengungkapkan bahwa hantaman drone di kapal tanker penyimpanan terapung Energos Winter memicu kebakaran yang merambat ke kapal lainnya, Gaslog Salem.
Kelompok manajemen risiko maritim Inggris, Vanguard, mencatat bahwa Energos Winter terkena hantaman di sisi lambung kanan, tetapi kobaran apinya berhasil dipadamkan.
Kementerian Perminyakan Mesir menyatakan pada Rabu bahwa tim pemadam kebakaran dan keamanan bertindak cepat menangani api di pelabuhan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Menteri Perminyakan Karim Badawi juga langsung turun ke lokasi untuk memantau upaya penanggulangan.
Serangan di pelabuhan Mesir ini terjadi tak lama setelah rentetan eskalasi di kawasan, usai Iran meluncurkan rudal ke arah pasukan AS di Yordania, disusul oleh gempuran Washington dan Arab Saudi terhadap kelompok paramiliter sokongan Iran di Irak.
Konflik ini tampaknya meluas ke skala terbesarnya sejak AS dan Israel mulai mengebom Iran pada Februari lalu. Situasi semakin memanas seiring dengan ancaman balasan dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, serta deklarasi blokade laut terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman.
Sebagai informasi, Energos Winter merupakan unit penyimpanan dan regasifikasi terapung milik perusahaan AS, Energos Infrastructure. Seluruh operasional teknis, keselamatan, dan komersialnya dikelola oleh Wilhelmsen Ship Management, anak perusahaan Grup Wilhelmsen asal Norwegia yang beroperasi di Singapura.