Wamentrans Ajak Kadin Perluas Investasi di Kawasan Transmigrasi

Selasa, 28/07/2026 23:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauludi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperluas investasi di kawasan transmigrasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

Ajakan itu disampaikan Wamentrans Viva Yoga saat menerima audiensi Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin di Gedung Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (27/7).

Wamentrans menilai keterlibatan dunia usaha menjadi kunci agar berbagai komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu berkembang menjadi industri yang memiliki nilai tambah dan daya saing ekspor.

"Perlu ada investasi agar komoditas yang ada tidak stagnan," kata Wamentrans Viva Yoga dalam pertemuan tersebut.

Karena itu, Kadin dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong investasi di kawasan transmigrasi. Dengan jaringan organisasi yang tersebar hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Kadin diharapkan dapat membuka peluang bisnis sekaligus memperkuat ekosistem usaha di berbagai kawasan transmigrasi.

Menurut Viva Yoga, pembangunan kawasan transmigrasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Ia menjelaskan Kementerian Transmigrasi selama ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), pengusaha dari China, hingga para offtaker untuk memperluas akses pasar produk transmigrasi.

"Sekarang Kadin perlu melakukan hal yang sama untuk ikut mengembangkan kawasan transmigrasi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga juga menjelaskan bahwa pola transmigrasi saat ini telah berubah dibandingkan masa Orde Baru. Jika sebelumnya program bersifat sentralistik dan ditentukan pemerintah pusat, kini pendekatannya dilakukan secara desentralisasi atau bottom-up.

"Program transmigrasi dulu ditetapkan oleh pemerintah pusat secara langsung. Saat ini program transmigrasi dilaksanakan secara desentralisasi, bottom up. Ada transmigrasi bila ada permintaan dari daerah yang membutuhkan," ujar dia menjelaskan.

Meski menggunakan pendekatan baru, minat pemerintah daerah terhadap program transmigrasi tetap tinggi. Hingga kini, Kementerian Transmigrasi telah menerima 61 proposal dari para bupati yang mengusulkan pembentukan kawasan transmigrasi baru.

Bahkan sejumlah daerah yang telah memiliki kawasan transmigrasi masih mengajukan permintaan tambahan karena melihat manfaat ekonomi yang telah dirasakan masyarakat.

Dijelaskan, saat ini terdapat 154 kawasan transmigrasi prioritas di Indonesia yang masing-masing memiliki potensi unggulan berbeda sesuai karakter wilayahnya.

Di Kabupaten Bungo, Jambi, misalnya, komoditas andalan adalah kelapa sawit. Sementara Banyuasin, Sumatera Selatan, berkembang sebagai sentra produksi padi.

Adapun kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah dikenal menghasilkan kakao, kopi, pala, durian, hingga produk olahan rumahan yang telah menjadi oleh-oleh khas daerah.

Viva Yoga mengungkapkan sejumlah produk dari kawasan transmigrasi bahkan telah menembus pasar internasional. Salah satunya ekspor 459 ton durian ke China dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar yang sebelumnya dilepas langsung oleh Menteri Transmigrasi.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga memfasilitasi ekspor sekitar 16 ton rajungan dari kawasan transmigrasi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat ke Amerika Serikat dengan nilai ekonomi sekitar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin menilai masih banyak pulau di Indonesia yang memiliki lahan luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk sektor pertanian maupun usaha produktif lainnya.

Akibatnya, berbagai kebutuhan pokok di wilayah tersebut masih bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa. "Di sini pentingnya untuk mendatangkan transmigran," kata Azis.

TERKINI
Cara Berdoa dalam Islam: Mulai dari Adab, Bacaan, hingga Waktu Terbaik Tata Cara Sholat Taubat: Lengkap dengan Niat dan Doanya 8 Hewan yang Menjadi Mangsa Favorit Harimau Cara Mengurus Jenazah: Mulai dari Memandikan hingga Pemakaman