Selasa, 28/07/2026 14:51 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky diperkirakan bakal hadir di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (28/7) ini, guna melakukan pembicaraan dengan Donald Trump, dan memenangkan dukungan Presiden AS untuk melawan Rusia.
Kunjungan ini terjadi di saat Kyiv dan Moskow sama-sama meningkatkan serangan jarak jauh, dan berbagai upaya diplomatik yang diluncurkan oleh Washington masih menemui jalan buntu, lebih dari empat tahun setelah invasi skala penuh Rusia.
Hubungan antara Zelensky dan Trump telah lama menegang, tetapi pemimpin AS tersebut dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak terhadap mitranya dari Ukraina itu.
Dikutip dari Arab News, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada Jumat lalu bahwa keduanya akan bertemu di Washington, bertepatan dengan rencana acara penghormatan bagi senator Lindsey Graham, pendukung kuat Ukraina yang meninggal bulan ini pada usia 71 tahun.
Diplomat AS "Walkout" dari Pertemuan PBB gegara Kritik Prancis
Buka Peluang Damai, Trump Klaim Iran Ajak Bertemu
Rusia Enggan Sikapi Pembicaraan Gencatan Senjata Ukraina di AS
"Kami sedang mempersiapkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat dan timnya agar Washington akan terus mendukung Ukraina dan bahwa kita dapat mengakhiri perang ini dengan perdamaian yang bermartabat," kata Zelensky.
Sejak kembali berkuasa pada Januari tahun lalu, Trump sebagian besar telah menghentikan pengiriman langsung senjata AS ke Kyiv dan lebih mengutamakan program PURL, yang memungkinkan negara-negara Eropa untuk membeli senjata AS dan kemudian memasoknya ke Ukraina.
Meskipun demikian, Washington tetap menjadi sekutu utama bagi Kyiv, terutama dengan menyediakan data intelijen serta akses ke sistem satelit Starlink yang memungkinkan pasukan garis depan mereka untuk berkomunikasi.