Selasa, 28/07/2026 14:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan kelompok yang mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua.
Meity menilai tindakan tersebut merupakan perbuatan tidak manusiawi sekaligus pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM). Karena itu, ia meminta agar konflik di Papua tidak lagi menjadikan masyarakat sipil sebagai korban.
Gubernur BI Baru Harus Jaga Independensi dan Dorong Produktivitas Nasional
Serap Aspirasi di Tiga Provinsi, Komisi III Matangkan RUU Perampasan Aset
Diplomat AS "Walkout" dari Pertemuan PBB gegara Kritik Prancis
“Jangan melibatkan warga sipil demi kepentingan kelompok. Apa yang dilakukan oleh para pelaku merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia,” kata Meity dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7).
Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sepasang suami istri diintimidasi oleh sekelompok orang bersenjata api dan panah. Dalam video tersebut, para pelaku tampak mengelilingi korban sambil membentangkan bendera Bintang Kejora.
Politikus PKS ini menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap warga sipil.
“Tak ada alasan untuk membenarkan, para pelaku adalah kelompok terorganisasi menggunakan kekuatan senjata yang menempatkan sipil dalam posisi tak berdaya,” ujarnya.
Selain mendorong penegakan keamanan, Meity juga menilai penyelesaian persoalan Papua harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih komprehensif, terutama dengan memperkuat pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, kekayaan sumber daya alam Papua harus dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat.
“Menurut saya, itulah jalan utama yang harus ditempuh oleh pemerintah Indonesia. Tentu dengan tidak mengabaikan pendekatan keamanan karena kondisi gangguan dari kelompok tertentu yang terus terjadi,” katanya.
Meity berharap pemerintah dapat mengedepankan kebijakan yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, sehingga konflik berkepanjangan tidak terus memakan korban dari kalangan warga sipil.