Diplomat AS "Walkout" dari Pertemuan PBB gegara Kritik Prancis

Selasa, 28/07/2026 12:45 WIB

New York, Jurnas.com - Diplomat Amerika Serikat (AS) melakukan aksi walkout usai kritik Prancis terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) era pemerintahan Donald Trump, dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (28/7).

Langkah mengejutkan selama pertemuan tentang Ukraina ini menyusul penolakan AS untuk memberikan kepala hak asasi manusia PBB Volker Türk, tambahan masa jabatan empat tahun lagi. Pengangkatan kembali pada Jumat pekan lalu mendapat dukungan luar biasa, termasuk dari Prancis.

Dikutip dari Associated Press, aksi ini juga bukan hanya gambaran tegangnya hubungan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tetapi yang lebih luas antara AS dan Eropa.

Hal ini mencakup pertanyaan mengenai komitmen Trump terhadap NATO, kemungkinan perubahan pengerahan pasukan AS di Eropa, dan keinginan Trump untuk menguasai Greenland, yang merupakan wilayah anggota NATO Denmark.

Trump mengeluh bahwa negara-negara Eropa tidak membantu AS selama perang Iran. Di tengah ketegangan tersebut, Macron mengambil inisiatif dalam mencoba membangun kekuatan militer Eropa, dan memastikan adanya payung nuklir sebagai salah satu dari dua kekuatan nuklir di benua itu, bersama dengan Inggris.

Setelah aksi walkout singkat, Wakil Duta Besar AS, Dan Negrea, menuduh Prancis berpura-pura marah secara moral, dan berpura-pura menceramahi dunia tentang setiap topik, termasuk hak asasi manusia.

"Amerika Serikat telah mendampingi Prancis dalam setiap konflik di mana kebebasannya terancam, dan menoleransi sikap pamer tersebut karena rasa persahabatan dan saling menghormati," kata Dan Negrea.

Dalam pertemuan ini, Majelis Umum PBB memberikan suara 144-10 dengan 13 abstain untuk mendukung Türk, dan AS termasuk di antara pihak yang memberikan penolakan.

"AS dulunya adalah mercusuar hak asasi manusia. Kini tidak lagi. Saat ini, AS berdiri bersama Korea Utara, Nikaragua, Mali, & Rusia, terisolasi. Dan dunia tidak lagi mendengarkannya," kata diplomat Prancis.

TERKINI
Beda dengan Mutasyabihat, Ini Pengertian Ayat Muhkamat Serap Aspirasi di Tiga Provinsi, Komisi III Matangkan RUU Perampasan Aset Diplomat AS "Walkout" dari Pertemuan PBB gegara Kritik Prancis Israel Bebaskan 60 Tahanan Palestina selama Agresi di Gaza