Selasa, 28/07/2026 12:35 WIB
London, Jurnas.com - Israel membebaskan 60 tahanan Palestina yang ditahan selama kampanye militernya yang sedang berlangsung di Gaza, pada Selasa (28/7).
Ini merupakan pembebasan tahanan terbesar dalam satu waktu, sejak pertukaran tahanan di bawah perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel pada Oktober lalu.
Proses pemindahan yang difasilitasi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC), berlangsung di perlintasan Kerem Shalom menuju Khan Younis di Gaza selatan, sebagaimana dikutip dari Arab News.
Para tahanan tersebut sebelumnya ditahan di Penjara Negev. Mereka dibawa ke Kompleks Medis Nasser, dan akan diperiksa oleh dokter guna menerima perawatan untuk cedera maupun kondisi lain yang timbul selama masa penahanan.
Israel Bebaskan Tahanan Palestina yang Terluka Usai Ditembak Militer
23.000 Lebih Warga Palestina di Tepi Barat Ditangkap Zionis Israel
Hamas: Perlakuan Israel terhadap Tahanan Langgar Hukum Internasional
Dikatakan, kesehatan sebagian besar tahanan memburuk selama dalam penahanan. Berbagai upaya sedang dilakukan untuk menyatukan mereka kembali dengan keluarga. Militer Israel menyatakan bahwa mereka yang dibebaskan tidak dianggap sebagai teroris.
Sementara itu, Organisasi Palang Merah mengatakan telah memfasilitasi pemindahan lebih dari 2.500 tahanan sejak 2023, namun belum dapat memperoleh akses ke warga Palestina yang ditahan di fasilitas-fasilitas penahanan Israel sejak Oktober.
Pihaknya mengulangi seruannya untuk mendapatkan informasi tentang nasib dan keberadaan semua tahanan, serta meminta izin untuk mengunjungi mereka.
Secara terpisah, Perhimpunan Tahanan Palestina mengungkapkan bahwa sekitar 4.900 warga Palestina berada di penjara-penjara Israel hingga April tahun ini, termasuk lebih dari 1.000 orang yang ditahan dalam penahanan administratif tanpa tuduhan atau proses pengadilan.
Palang Merah menekankan bahwa hukum humaniter internasional mengharuskan tahanan diperlakukan secara manusiawi, ditahan dalam kondisi yang layak, dan diizinkan untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka.