Sabtu, 25/07/2026 01:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 25 Juli 2026 menjadi momen penting yang diwarnai oleh berbagai peringatan bersejarah, gerakan kesadaran sosial, hingga kampanye kesehatan global di seluruh dunia.
Berdasarkan rangkuman informasi dari berbagai sumber media nasional dan internasional, beberapa isu utama seperti keselamatan perairan global hingga sejarah politik dunia mewarnai ingatan publik pada hari ini.
Sorotan utama jatuh pada peringatan Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia (World Drowning Prevention Day).
Ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum PBB melalui dorongan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hari ini difokuskan untuk menekan angka kematian akibat tenggelam yang kerap terabaikan.
24 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
23 Juli 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini
22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Data WHO menunjukkan bahwa ratusan ribu nyawa melayang setiap tahunnya akibat insiden air, terutama anak-anak di negara-negara berkembang.
Melalui peringatan ini, komunitas global didorong untuk meningkatkan edukasi keselamatan perairan, pelatihan pertolongan pertama (CPR), serta pengawasan ketat di area perairan terbuka.
Di ranah solidaritas kesehatan global, masyarakat internasional juga memperingati Hari Sepatu Merah Internasional (International Red Shoe Day).
Peringatan yang dipelopori dari Australia ini bertujuan untuk membangkitkan kepedulian publik terhadap para penderita Lyme Disease dan berbagai kondisi medis kronis tak kasat mata (invisible illnesses).
Gerakan mengenakan sepatu merah ini menjadi simbol dukungan emosional sekaligus kampanye penggalangan dana bagi riset kesehatan yang lebih mendalam.
Selain isu kesehatan dan keselamatan, tanggal 25 Juli juga mencatatkan sejarah politik penting di dua negara. Di Kosta Rika, masyarakat merayakan Hari Aneksasi Guanacaste.
Sebuah hari libur nasional untuk mengenang bergabungnya wilayah Guanacaste secara damai ke Kosta Rika melalui hasil pemungutan suara rakyat pada tahun 1824. Perayaan budaya dan festival rakyat pun digelar secara meriah untuk memperingati persatuan sejarah tersebut.
Sementara itu, di kawasan Afrika Utara, rakyat Tunisia memperingati Hari Republik. Momen bersejarah ini menandai peristiwa penting pada tahun 1957 ketika Tunisia secara resmi menghapuskan sistem monarki dan mendeklarasikan diri sebagai negara republik yang berdaulat.
Berbagai upacara kenegaraan dan peringatan sejarah digelar untuk mengenang tonggak penting perjuangan demokrasi dan transformasi politik di negara tersebut.