Rabu, 22/07/2026 15:50 WIB
Washington, Jurnas.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan bahwa perang melawan Iran memaksa Washington mengeluarkan biaya sebesar US$37,5 miliar atau Rp671,25 triliun sejauh ini, naik dari perkiraan sebelumnya yang hampir mencapai US$29 miliar pada pertengahan Mei.
"Perkiraan yang kami miliki hingga hari ini adalah $37,5 miliar," kata Hegseth dalam sidang Komite Alokasi Senat dikutip dari Arab News pada Rabu (22/7). Dalam sidang tersebut, dia mempertahankan permintaan pendanaan tambahan sekitar $67 miliar untuk Pentagon.
Hegseth dan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menekankan bahwa permintaan pendanaan tersebut mendesak dan diperlukan, untuk membiayai Pentagon melawan Iran hingga akhir September.
Namun, Senator Demokrat Jeanne Shaheen menantang penilaian tersebut, dengan mengatakan bahwa Hegseth masih memiliki dana sebesar US$75 miliar yang belum terpakai.
UEA Kutuk Ancaman Houthi Blokade Laut Merah
Menlu se-ASEAN Prihatin Konflik Timur Tengah Terus Berlanjut
Mediator Usulkan Gencana Senjata AS vs Iran, Harga Minyak Turun
"Mengapa Anda meminta rakyat Amerika untuk menanggung biaya perang yang tidak mereka dukung alih-alih meminta otoritas transfer untuk dana rekonsiliasi yang belum terpakai?" ujar dia.
Hegseth mengatakan bahwa uang yang belum terpakai itu telah dialokasikan untuk hal lain, guna memenuhi prioritas Presiden Donald Trump lainnya, seperti Kubah Emas (Golden Dome) untuk Amerika serta investasi hipersonik dan amunisi lainnya.
Dana yang diminta tersebut belum mencakup biaya yang dibutuhkan untuk membangun kembali pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah, di saat Iran terus meningkatkan serangan.