UEA Kutuk Ancaman Houthi Blokade Laut Merah

Rabu, 22/07/2026 11:39 WIB

Dubai, Jurnas.com - Uni Emirat Arab (UEA) mengutuk pernyataan yang dibuat oleh milisi Houthi Yaman mengenai Arab Saudi, termasuk ancaman untuk memberlakukan blokade Laut Merah.

"Kementerian Luar Negeri UEA meminta komunitas internasional untuk memastikan implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, khususnya Resolusi 2216 tentang Yaman dan Resolusi 2722 tentang hak serta kebebasan navigasi di Laut Merah," demikian keterangan resmi UEA dikutip dari Arab News pada Rabu (22/7).

UEA menyatakan bahwa kebebasan navigasi di jalur air internasional adalah hak yang dijamin berdasarkan hukum internasional, dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982.

Pernyataan tersebut juga menegaskan kembali solidaritas penuh UEA dengan Arab Saudi, dan dukungannya terhadap semua tindakan yang bertujuan untuk menjaga keamanan serta stabilitasnya.

Pangeran Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, mengadakan panggilan telepon terpisah pada hari Selasa dengan rekan-rekannya dari Spanyol, Italia, dan Jerman mengenai ancaman Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah dan upaya untuk meredakan ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah.

Saudi sehari sebelumnya mengutuk klaim juru bicara militer Houthi bahwa kelompok militan tersebut telah memberlakukan blokade laut terhadap Kerajaan, dan menuduh Houthi menyeret Yaman ke dalam konflik regional yang lebih luas.

"Kerajaan menegaskan bahwa mereka telah bekerja sama selama beberapa tahun terakhir dengan pemerintah sah Yaman untuk meringankan penderitaan rakyat Yaman melalui kelanjutan proyek-proyek pembangunan, dukungan untuk anggaran pemerintah Yaman, dan penyediaan turunan minyak bumi untuk mengoperasikan pembangkit listrik," kata Saudi.

Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan bahwa ancaman terbaru oleh Houthi terhadap Arab Saudi dan kebebasan navigasi di Laut Merah sangat mengkhawatirkan serta menyerukan de-eskalasi segera.

"Kami menegaskan kembali bahwa Resolusi Dewan Keamanan 2722 (2024) dan resolusi-resolusi berikutnya yang terkait dengan serangan Houthi terhadap kapal niaga maupun komersial harus dihormati sepenuhnya," ujar Dujarric.

TERKINI
10 Ayat Al-Qur`an Tentang Musibah yang Menenangkan Hati Mengapa Orang Saleh Juga Ditimpa Musibah? 6 Minuman Herbal Hangat yang Ampuh Redakan Radang Tenggorokan Bolehkah Membaca Lebih dari Satu Surah Setelah Al-Fatihah dalam Salat?