Skenario Taktik Timnas Inggris untuk Meredam Lionel Messi

Rabu, 15/07/2026 12:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Atmosfer ketegangan menyelimuti kubu Tim Nasional Inggris menjelang laga krusial babak semifinal Piala Dunia 2026 kontra Argentina yang akan digelar di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7) dini hari WIB.

Ujian terbesar bagi skuad Inggris dalam mengejar mimpi menuju partai puncak bukan sekadar meredam agresivitas kolektif tim Tango, melainkan bagaimana cara mematikan pergerakan sang dirigen utama, Lionel Messi.

Meski usianya tidak lagi muda, visinya yang tajam serta kemampuannya menciptakan peluang dari ruang sempit tetap menjadi ancaman paling mematikan yang diwaspadai oleh berbagai media dan pengamat sepak bola internasional.

Kunci utama bagi anak asuh Thomas Tuchel terletak pada ketahanan dan kedisiplinan organisasi permainan di lini tengah.

Langkah awal yang paling krusial adalah memutus jalur suplai bola sebelum mencapai kaki sang megabintang.

Menghadapi pemain sekelas Messi dengan membiarkannya menguasai bola di sepertiga akhir lapangan adalah sebuah kesalahan fatal.

Oleh karena itu, para gelandang Inggris dituntut untuk menerapkan tekanan tinggi guna memblokir setiap umpan kreatif dari lini tengah Argentina.

Ketika aliran bola berhasil dihambat, Messi akan terisolasi dan terpaksa turun jauh ke belakang untuk menjemput bola, yang secara otomatis mengurangi efektivitas serangannya di dekat kotak penalti.

Di samping memutus aliran bola, Inggris wajib menghindari jebakan taktik pengawalan satu lawan satu yang kaku.

Menugaskan satu pemain khusus untuk membayangi Messi sepanjang laga justru berisiko merusak struktur formasi dan meninggalkan ruang kosong yang bisa dimanfaatkan oleh penyerang Argentina lainnya.

Sebagai gantinya, penerapan blok pertahanan zona yang rapat menjadi opsi yang jauh lebih rasional. Ruang antar-lini, khususnya jarak antara bek tengah dan gelandang bertahan, harus dipersempit sekecil mungkin.

Skema double-team atau penutupan ruang secara kolektif harus langsung aktif begitu Messi memasuki area berbahaya, dengan fokus utama memaksa pergerakannya ke sisi luar lapangan guna meminimalisir ruang tembak kaki kiri mematikannya.

Terakhir, aspek pertahanan saat transisi negatif menjadi ujian konsentrasi terbesar bagi barisan belakang Inggris.

Ketika Inggris sedang asyik menekan, kewaspadaan terhadap posisi Messi tidak boleh kendur sedikit pun karena ia kerap memanfaatkan momentum serangan balik cepat saat lawan lengah. Kedisiplinan penuh selama 90 menit tanpa celah akan menjadi penentu utama.

Jika Inggris mampu menjalankan cetak biru pertahanan kolektif ini secara konsisten, mereka berpeluang besar meredam kreativitas Messi dan mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026.

Prediksi untuk pertandingan ini adalah kemenangan untuk Timnas Inggris dengan skor  2-1 melawan Argentina.

TERKINI
Mei 2026, ULN Swasta Capai 195 Miliar Dolar Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Bright Gas Didier Deschamps: Prancis Tampil di Bawah Standar ULN Pemerintah Bulan Mei 2026 Tumbuh 3,7 Persen