Rabu, 15/07/2026 11:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Langkah Tim Nasional Prancis harus terhenti secara tragis di babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah ditundukkan Spanyol dengan skor 2-0 di di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Rabu (15/7).
Kekalahan ini memicu gelombang kritik dari berbagai media olahraga internasional dan pengamat sepak bola.
Sorotan tajam tertuju pada barisan penyerang Les Bleus. Beberapa media asing menyoroti egoisme yang diperlihatkan oleh para juru gedor Prancis di sepertiga akhir lapangan.
Alih-alih melakukan kombinasi umpan silang atau mencari rekan yang berdiri di posisi lebih menguntungkan, para penyerang Prancis seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele yang terlihat kurang bersinar di laga ini.
Skenario Taktik Timnas Inggris untuk Meredam Lionel Messi
Erling Haaland Pulang ke Norwegia Bawa Seekor Rakun
Spanyol Melenggang ke Final Piala Dunia 2026 usai Tekuk Prancis
Lalu ada Michael Olise serta dan Bradley Barcola lebih sering memaksakan eksekusi individu.
Akibatnya, banyak peluang yang terbuang sia-sia karena penyelesaian akhir yang terburu-buru dan mudah dibaca oleh lini pertahanan Spanyol.
Spanyol berhasil mendominasi jalannya pertandingan berkat aliran bola yang rapi, sementara Prancis justru terlihat kebingungan saat membangun serangan.
Pemain seperti Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot kurang mampu mengalirkan umpan-umpan visioner membuat aliran bola dari belakang ke depan menjadi macet.
Lini tengah Prancis cenderung bermain terlalu defensif dan monoton, sehingga sangat mudah dipatahkan oleh tekanan tinggi yang diterapkan para pemain Spanyol.
3. Eksperimen Gagal Starting XI Didier DeschampsFaktor terbesar yang memicu perdebatan di kalangan analis adalah keputusan Didier Deschamps dalam menentukan 11 pemain pertama sejak menit awal laga, seperti tidak memasukkan Manu Kone, Desire Doue, Rayan Cherki.
Deschamps dinilai melakukan blunder taktis dengan membongkar komposisi tim yang sebelumnya tampil solid.
Keputusan memasang beberapa pemain yang kurang bugar atau tidak berada di posisi alaminya membuat koordinasi antarlini Prancis berantakan di babak pertama.
Spanyol pun berhasil memanfaatkan celah dan kepanikan taktis ini untuk mencetak gol kemenangan sebelum Prancis sempat merespons dengan pergantian pemain di babak kedua.