Sabtu, 11/07/2026 14:31 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Kedutaan Besar Malaysia bersama Education Malaysia Global Services (EMGS) menggelar pameran pendidikan tinggi yang berlangsung pada 11 hingga 12 Juli 2026, di Hotel Kempinski Jakarta.
Sebanyak 28 institusi pendidikan tinggi Malaysia turut serta dalam pameran ini, untuk memberikan paparan langsung kepada para pelajar serta orang tua mengenai program studi dan keunggulan menempuh pendidikan di Negeri Jiran.
Chief Executive Officer (CEO) EMGS, Novie Tajuddin mengatakan bahwa Malaysia menawarkan tiga keunggulan yang dikemas dalam konsep `3T`, yakni Tetangga, Terakui, dan Terjangkau.
"Universitas-universitas di Malaysia yang menawarkan program-program ini menyediakan kualifikasi yang diakui secara internasional, dan peringkat mereka termasuk yang terbaik di dunia," ujar Novie di Jakarta pada Sabtu (11/7).
Intip Estimasi Biaya Kuliah di Malaysia, Kamu Tertarik?
Minat Kuliah di Kampus Unggulan Malaysia? Cek Harganya
65 Kampus Taiwan Buka Kuliah Gratis, Begini Cara Daftarnya
Novie menjelaskan bahwa beberapa perguruan tinggi di Malaysia saat ini termasuk ke dalam jajaran 200 kampus terbaik dunia.
Terlebih kata dia, biaya kuliah di Malaysia terbilang relatif efisien, jauh di bawah biaya pendidikan ke negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, atau Kanada.
"Kalau untuk universitas negeri, biayanya untuk uang kuliahnya saja lebih kurang, sekitar 20 ribu ringgit setahun atau sekitar 80 juta rupiah. Kalau di universitas swasta yaitu sekitar 30 sampai 40 ribu ringgit setahun," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Aminuddin bin Hassim menekankan, ajang ini merupakan wadah strategis untuk membangun hubungan antarmasyarakat, institusi, hingga antar-pemerintah.
Ia menuturkan bahwa sinergi pendidikan kedua negara ini sangat krusial, terlebih untuk mendukung program Riset Prioritas 2026 yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.
"Aspirasi ini sangat dekat dengan agenda Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, yang juga menekankan penyelidikan berimpak, kerjasama universiti-industri, dan pengkomersialan inovasi," kata Aminuddin.
Kerja sama akademik ini juga diarahkan untuk saling melengkapi di berbagai bidang strategis, mulai dari ketahanan pangan, energi, kesehatan, hilirisasi, digitalisasi, hingga kecerdasan buatan (AI).
"Sebagai negara serumpun, Malaysia dan Indonesia mempunyai peran penting menjadi pemangkin ruang pendidikan tinggi ASEAN yang lebih terbuka, inklusif, dan berdaya saing," tutur Aminuddin.