Jum'at, 10/07/2026 21:44 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menjalankan pilot project Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan (Gemilang), yang menyasar 30 pelaku usaha untuk menyukseskan pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), serta membantu meningkatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor kelautan perikanan.
Para peserta terdiri dari 18 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Naik Kelas, dan 12 pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Mereka dibekali kemampuan mengelola usaha, literasi keuangan, serta dukungan memperluas akses pembiayaan formal melalui perbankan.
"Dengan SDM yang semakin kompeten, implementasi Program Kerja Prioritas Nasional dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/7).
Pada tahun ini, pelaksanaan program Gemilang berlangsung di lokasi pengembangan Budi Daya Tematik di enam provinsi, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelaksanaan program turut melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan perbankan.
OJK Diminta Perkuat Teknologi dan Literasi Berantas Pinjol Ilegal
Produk KMNP di Bantul Tembus SPPG hingga Ritel Modern
KKP Fasilitasi UMKM Perikanan Tembus Belasan Retail Skala Nasional
“Peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan mendesak karena pemanfaatan pembiayaan formal di sektor kelautan dan perikanan juga masih relatif rendah,” kata Direktur Pemberdayaan Usaha, Ali Rahmat Iman Santoso.
Berdasarkan Sistem Informasi Kredit Program Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran KUR sektor kelautan dan perikanan hingga Triwulan I Tahun 2026 baru mencapai sekitar 1,5 persen dari total penyaluran KUR nasional. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pembiayaan kepada para pelaku usaha.
"Program Gemilang dirancang agar pelaku usaha menjadi lebih bankable, memahami pengelolaan keuangan secara baik, dan memiliki kesiapan untuk memperoleh pembiayaan formal sebagai modal mengembangkan usahanya," ujar Ali.
Perwakilan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menilai sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh, dan perbankan akan mempercepat perluasan inklusi keuangan di sektor kelautan dan perikanan.
"Kami berharap Program Gemilang dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang memiliki tata kelola usaha yang baik, memahami pengelolaan keuangan, dan siap mengembangkan usahanya melalui akses pembiayaan formal," ujar Dept Head Business Program Partnership & Community Development PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Grala Bagus Agdyawan.
Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, Program Gemilang juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa vokasi agar memiliki pengalaman nyata dalam mendampingi masyarakat. KKP melibatkan mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan sebagai pendamping para peserta program di lapangan.
"Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan kompetensinya secara langsung dalam mendampingi pelaku usaha. Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi memiliki pengalaman praktis sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Direktur Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Aris Widagdo.