BoP Rancang Proyek Percontohan Zona Aman di Gaza Selatan

Rabu, 08/07/2026 19:49 WIB

Yerusalem, Jurnas.com - Dewan Perdamaian (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang menyusun rencana untuk membangun sebuah zona kemanusiaan percontohan di bagian selatan Gaza.

Menurut keterangan salah seorang pejabat dewan kepada AFP, inisiatif ini dirancang guna menampung puluhan ribu warga sipil Palestina yang telah melalui proses pemeriksaan ketat.

Pejabat tersebut memaparkan bahwa zona ini berpotensi menjadi titik awal bagi komite teknokrat Palestina, yang ditugaskan mengambil alih kendali pemerintahan harian di Gaza pada masa transisi pascaperang, sesuai dengan 20 poin rencana perdamaian yang digagas Trump.

Dikutip dari Arab News pada Rabu (8/7), proyek uji coba yang menargetkan kawasan Rafah di Jalur Gaza selatan ini rencananya akan dikawal oleh pasukan multinasional dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Pasukan ini merupakan organisasi baru yang bernaung di bawah Dewan Perdamaian.

Sementara itu, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), sebuah kelompok teknokrat Palestina yang juga dibentuk oleh Dewan Perdamaian, akan memegang kendali atas proses penyaringan dan akses masuk, dengan sokongan penuh dari ISF.

Gagasan mengenai zona kemanusiaan tertutup ini, menuai keraguan yang mendalam. Sejumlah diplomat dan pekerja LSM yang bertugas di Gaza menyampaikan secara anonim bahwa mekanisme tersebut tampaknya bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

Semenjak jeda pertempuran antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober lalu, militer Israel terus memperluas jangkauan operasi mereka di Gaza, hingga kini telah mencengkeram lebih dari 60 persen daratan wilayah itu.

"Anda bisa memungkinkan puluhan ribu orang datang jika mereka mau secara sukarela ke area ini, dan Anda mulai memberi mereka ruang di mana mereka menjalankan tata kelola yang efektif dan mereka adalah administrasinya," tutur pejabat tersebut.

Pejabat itu menyebutkan bahwa pihak dewan saat ini sedang mempertimbangkan Rafah sebagai lokasi pelaksanaan proyek, namun dia tidak merinci lebih jauh mengenai posisi pasti dari zona tersebut. Dia juga mengonfirmasi bahwa sejauh ini belum ada aktivitas pembangunan yang dimulai.

Rafah, yang berlokasi di ujung selatan Gaza, praktis telah luluh lantak akibat rentetan pengeboman Israel selama peperangan, dan sebagian besar area tersebut kini sepenuhnya berada di bawah kendali militer Israel.

Nantinya, pasukan ISF akan berfungsi layaknya penyangga yang memisahkan populasi warga Palestina dari pihak militer Israel. Mekanisme penyaringan juga akan memastikan individu bersenjata dan militan tidak dapat memasuki zona aman ini.

TERKINI
Legislator PKS: Program Kemah Bela Negara Perkuat Semangat Kebangsaan Kisah Alumnus UGM Fasilitas UMKM Lokal Tembus Pasar China OpenAI Bakal Luncurkan ChatGPT Seri 5.6, Model AI Terkuat MPR dan MK Teken MOU Berfokus pada Penafsiran dan Pengamanan Konstitusi