Senin, 06/07/2026 23:40 WIB
Rabat, Jurnas.com - Badan kontra-terorisme Maroko menggagalkan rencana serangan yang menargetkan situs-situs sensitif dan keamanan publik, oleh sebuah sel terafiliasi ISIS di Sahel, pada Senin (6/7).
Biro Pusat Investigasi Yudisial (BCIJ) mengatakan 10 tersangka ditangkap dalam operasi terkoordinasi di kota-kota Agadir, Taroudant, Casablanca, Hajeb, Tetouan, Fqih Ben Salah, dan Safi.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa para tersangka telah menyatakan kesetiaan kepada ISIS, dan menerima instruksi langsung dari cabang Sahel kelompok tersebut untuk melakukan serangan di Maroko.
Operasi ini menggarisbawahi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok jihadis yang beroperasi di Sahel, di saat kelompok-kelompok afiliasi ISIS dan Al Qaeda memperluas kehadiran mereka di Burkina Faso, Mali, dan Niger.
Selama penggeledahan, pihak berwenang menemukan senjata tajam, pakaian bergaya militer, dokumen berisi instruksi tentang pembuatan alat peledak, materi digital, dan zat kimia, menurut keterangan BCIJ.
Para penyelidik juga menemukan sebuah mobil yang telah dimodifikasi dan diduga akan digunakan dalam serangan bom bunuh diri atau penabrakan kendaraan.
Selain itu, ditemukan pula tabung gas butana, panci presto, beberapa di antaranya berisi paku dan lainnya terhubung ke kabel listrik, di sebuah gudang yang digunakan oleh kelompok tersebut.
Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, menurut data BCIJ, cabang-cabang ISIS di Afrika telah merekrut lebih dari 130 pejuang Maroko. Sejak didirikan pada tahun 2015, BCIJ telah membongkar puluhan sel militan dan menangkap lebih dari 1.000 tersangka jihadis.
Keyword : Sel ISIS Intelijen Maroko Rencana Serangan ISIS