Senin, 06/07/2026 23:05 WIB
Beijing, Jurnas.com - Angkatan Laut China melakukan uji coba peluncuran rudal balistik jarak jauh pada Senin (6/7), yang menuai kecaman dari kekuatan regional lainnya atas peningkatan pameran kekuatan militer Beijing.
Menurut kantor berita resmi Xinhua yang dikutip DW, rudal jarak jauh tersebut diluncurkan oleh kapal selam nuklir di Pasifik Selatan.
Daerah itu dikenal sebagai zona bebas nuklir karena Perjanjian Rarotonga 1986, mengingat para penandatangan sepakat untuk tidak menguji hulu ledak nuklir di sana. China meratifikasi perjanjian tersebut pada 1987.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menuduh Beijing mengganggu stabilitas kawasan tersebut, saat berkunjung ke Fiji untuk meningkatkan hubungan pertahanan .
"Tampaknya, terlepas dari kekhawatiran kami yang sudah lama tentang jenis aktivitas ini, China melakukan uji coba tersebut hanya beberapa jam setelah memberi tahu kami bahwa uji coba itu akan dilakukan," kata diplomat utama Selandia Baru, Winston Peters, kepada Associated Press.
China menyatakan bahwa mereka sedang melakukan latihan militer rutin. Dua tahun lalu, Beijing melakukan uji coba rudal serupa di area tersebut dengan hulu ledak tiruan.
Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Beijing mulai melakukan latihan militer yang lebih besar dan lebih teratur di seluruh Pasifik Selatan, di tengah panasnya konflik China dan Taiwan berserta kawasan regional.