Sabtu, 27/06/2026 14:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih aman, meski dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu.
Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM usai kegiatan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu (27/6).
"Alhamdulillah Indonesia masih bisa mengamankan cadangan BBM kita dengan harga subsidi yang tidak naik," kata Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga menuturkan bahwa pasokan BBM saat ini masih di atas standar nasional.
Menteri ESDM Beberkan Strategi Ketahanan Energi di Hadapan Akademisi
Terungkap Deretan Biang Kerok Terjadinya Pemadaman Listrik Bergilir
ESDM Segera Bentuk Timsus Awasi Pengadaan Batu Bara PLN
"Sekarang standar pasokan kita di atas standar minimal nasional," ujarnya.
Selain itu, Menteri ESDM mendorong adanya pembangunan hilirisasi di sektor pertambangan. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah stategis untuk menurunkan angka impor BBM ke Tanah Air.
"Sebagai bagian upaya dalam rangka menurunkan impor BBM kita kaitannya dengan listrik, mobil listrik dan motor listrik dalam konteks ekosistem baterai mobil yang bahan bakunya daripada hilirisasi nikel," kata dia.
Adapun, dalam kegiatan sarasehan tersebut, Menteri ESDM menyampaikan terkait konsep untuk meningkatkan lifting bauran energi dalam ranka menjaga ketanhanan energi nasional.
Bahlil juga menekankan bahwa keberhasilan berbagai program tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
Dukungan perguruan tinggi melalui penelitian, inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci dalam memperkuat daya saing Indonesia di sektor energi.
Karena itu, ia berharap kampus-kampus di seluruh Indonesia dapat semakin aktif menghasilkan riset yang aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan industri serta tantangan pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.