Jum'at, 26/06/2026 11:37 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi kini disiapkan menjadi sentra produksi pangan dan energi untuk menopang agenda swasembada Presiden Prabowo Subianto.
Penegasan tersebut disampaikan Mentrans saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, petani dan nelayan telah menjadi kekuatan utama yang menopang kehidupan rakyat, pejuang, dan prajurit Indonesia.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan. Menurut Presiden, kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.
Mentrans: Ketimpangan Terbesar Bangsa Adalah Kesempatan, Bukan Pendapatan
Migas Rp2,6 T di Kawasan Transmigrasi, Kementrans: Rakyat Harus Ikut Untung
Wamentrans Terima Wabup Katingan, Soroti Infrastruktur Desa Transmigrasi
Sejumlah capaian sektor pertanian turut disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, peningkatan Nilai Tukar Petani hingga 127 persen, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta capaian produksi pangan Indonesia yang disebut mencapai 38 juta ton.
Mentrans menilai arahan Presiden tersebut sangat relevan dengan paradigma baru transmigrasi.
"Transmigrasi saat ini tidak lagi hanya dipahami sebagai perpindahan penduduk, tetapi sebagai strategi pembangunan kawasan produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan pemerataan ekonomi," ujar Mentrans dalam siaran pers, Kamis (25/6).
Menurutnyam, kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan energi berbasis potensi lokal.
Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, kelembagaan ekonomi, dan sumber daya manusia unggul, kawasan transmigrasi dapat menjadi bagian penting dari agenda Indonesia berdiri di atas kaki sendiri.
Kementerian Transmigrasi pun menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan pembangunan kawasan transmigrasi dengan prioritas Presiden Prabowo, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan, swasembada energi, dan kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok Indonesia.