Pakar Intelijen Nyatakan, Embrio Teror Telah Ada di Tengah Masyarakat

Kamis, 25/05/2017 13:46 WIB

Jakarta - Pakar Intelijen dan Pengamat Militer,  Nuningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan aksi bom bunuh diri Kampung Melayu telah membuka kesadaran semakin dekatnya kejahatan teror dengan kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam konteks ini, ia menekankan bagi seluruh entitas masyarakat secara umum menjadi bagian dari upaya tanggung jawan sosial dalam rangka antisipasi teror. 

"Embrio terorisme sudah ada ditengah masyarakat. Jadi peran aktif kita juga harus ada terhadap gejala sosial radikalisme dan lain-lain. Elemen-elemen yang kiranya mudah terpengaruh radikalisme dan sejenisnya harus kita waspadai bersama," ujar Nuningtyas kepada Jurnas.com di Jakarta, Kamis (25/5/2017).

Nuning menganggap aksi individu bom bunuh diri Kampung Melayu menunjukkan tindakan teror yang berlevel dunia. Ia meyakini aksi keji tersebut memiliki rangkaian keterkaitan dengan kejadian teror yang sama sehari sebelumnya di Menchester, Inggris.

"Peristiwa terorisme yang tengah terjadi mendunia ini, kemaren juga terjadi di Jakarta tepatnya di Kampung Melayu. Tentu hal ini memprihatinkan kita semua," ungkapnya. 

Perempuan yang biasa dipanggil mbak Nuning ini menekankan pentingnya menggalakkan program berorientasi pada penguatan nasionalisme masyarakat. Sehingga, kata dia, terorisme yang mengancam stabilitas nasional dapat dicegah dengan rasa kecintaan terhadap tanah air secara  kolektif di masyarakat.

Sehingga, lanjutnya, kesadaran nasionalisme dapat menarik masyarakat untuk bersama-sama mencegah berbagai potensi terorisme di Indonesia.

"Menurut saya memberantas terorisme adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga negara yang cinta tanah air. Hal tersebut bukan hanya tanggung jawab Lembaga Intelijen dan aparat keamanan atau Kepolisian-TNI semata," paparnya.

TERKINI
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran Tahun Ini, Alfamidi Bakal Bagikan Dividen Rp396 Miliar Lebih dari 9.500 Warga Palestina Dilaporkan Hilang Sejak 2023