Selasa, 23/06/2026 03:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sebuah ledakan di stasiun distribusi gas di kota industri Ras Laffan, Qatar, menewaskan 13 orang, termasuk warga negara India dan Pakistan, kata Menteri Energi Qatar Saad bin Sherida Al Kaabi pada Senin.
"Tragedi ini telah merenggut nyawa 13 karyawan kami yang berasal dari India dan Pakistan. Sebanyak 66 karyawan lainnya terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit. Kondisi kesehatan mereka tidak terlalu mengkhawatirkan," katanya saat konferensi pers.
Di antara para korban luka, terdapat warga negara Qatar, Asia, dan Afrika. Menteri energi itu mengatakan ledakan tersebut tidak terkait dengan aksi militer atau sabotase.
"Insiden di stasiun distribusi gas Barzan, yang menjadi lokasi ledakan, tidak berdampak negatif terhadap lingkungan," katanya.
21 Orang Lebih Tewas dalam Kebakaran Hotel di New Delhi
Kemlu RI: 7 WNI Tewas dalam Insiden Kapal Tenggelam di Perak Malaysia
4 Orang Tewas dalam Bencana Banjir dan Longsor di Negara Bagian Brasil
Ledakan tersebut juga tidak berpengaruh terhadap volume ekspor atau pasokan dalam negeri.
Pada saat yang sama, Al Kaabi belum dapat memastikan kapan fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi karena masih perlu dilakukan penilaian kerusakan secara menyeluruh.
Menurut dia, pabrik gas Barzan sudah ditutup sepenuhnya sejak Desember 2025 dan baru dibuka kembali dua hari yang lalu.
Sebelumnya, Minggu malam (21/6), menteri dalam negeri Qatar melaporkan adanya ledakan internal di fasilitas pasokan gas lokal Barzan di Kota Ras Laffan yang disebabkan oleh insiden teknis hingga menyebabkan beberapa orang terluka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti