Selasa, 23/06/2026 06:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Akhirat adalah fase pembalasan mutlak di mana seluruh tirai hakikat akan dibuka selebar-lebarnya.
Pada hari itu, lembaran amal telah terkunci rapat, dan kesempatan manusia untuk memperbaiki diri serta-merta sirna.
Di sinilah penyesalan yang teramat hebat akan mengepung jiwa-jiwa yang selama hidup di dunia terlena dan menyia-nyiakan waktu berharga mereka.
Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini
Pentingnya Menuntut Ilmu, Simak Hadis dari Rasulullah
Rasulullah Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya
Berdasarkan intisari Al-Qur`an dan Hadis, terdapat dua kelompok utama yang akan mengalami jeritan penyesalan paling dahsyat di hari pembalasan kelak:
1. Kaum Kafir dan Musyrik yang Menolak TauhidKelompok pertama yang mendapatkan kerugian paling mutlak adalah orang-orang yang menutup mata dari kebenaran tauhid dan wafat dalam keadaan menyekutukan Allah SWT. Tanpa adanya iman dan sujud pertobatan sebelum maut menjemput, pintu ampunan telah tertutup rapat bagi mereka.
Al-Qur`an menggambarkan bagaimana histerisnya jeritan kaum kafir saat diperlihatkan dahsyatnya siksa neraka melalui QS. Al-An`am ayat 27:
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: "Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: `Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman`."
2. Orang Beriman yang Terjebak Kemaksiatan dan Menunda TaubatKelompok kedua yang mengalami kepedihan mendalam adalah orang Islam yang mengetahui batasan agama, namun sengaja memelihara dosa hingga ajal tiba. Mereka kerap menyepelekan maksiat dan menunda-nunda taubat karena merasa usianya masih panjang di dunia.
Terkait bahaya menumpuk dosa ini, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras mengenai kondisi hati yang mulai membatu dalam Hadis Riwayat At-Tirmidzi:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ
Artinya: "Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam."
Ketika maut datang menyergap secara tiba-tiba, kelompok ini akan terkejut melihat rapor amalnya yang penuh noda tanpa sempat dibersihkan dengan istighfar. Penyesalan mereka sangat menyakitkan karena mereka tahu kebenaran, namun kalah oleh ego dan hawa nafsu sendiri.
Rintihan kelompok ini diabadikan oleh Allah SWT dalam QS. Al-Munafiqun ayat 10, di mana mereka memohon perpanjangan umur sekadar untuk beramal sosial:
رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Artinya: "Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh."