Minggu, 21/06/2026 17:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah meningkat menjadi 956, termasuk 247 kematian, menurut laporan situasi terbaru yang dirilis pada Sabtu (20/6) oleh otoritas kesehatan negara tersebut.
Pada Jumat (19/6), 23 kasus terkonfirmasi baru, termasuk dua kematian, dilaporkan di provinsi Ituri dan Kivu Utara. Ituri tetap menjadi pusat wabah, dengan 874 kasus terkonfirmasi dan 201 kematian, yang mencakup lebih dari 91 persen dari total kasus terkonfirmasi di negara tersebut.
Sebanyak 92 pasien telah sembuh, sementara 361 pasien sedang menjalani isolasi atau dirawat di rumah sakit.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa 162 kasus suspek teridentifikasi pada hari itu, sementara tingkat pelacakan kontak berada di angka 69,3 persen, di bawah target 95 persen yang ditetapkan otoritas kesehatan.
Kematian Akibat Ebola di Kongo Capai 196 Orang
Antisipasi Ebola, Uganda Larang Pertemuan Massal hingga Pesta Pernikahan
Kurang dari Sebulan, Korban Tewas Wabah Ebola di Kongo Tembus 100 Orang
Dalam konferensi pers pada Jumat malam waktu setempat, Menteri Kesehatan RD Kongo Roger Kamba mengatakan wabah tersebut masih berada dalam fase peningkatan, dengan lebih banyak kasus terkonfirmasi diperkirakan akan muncul seiring tim respons darurat memperluas upaya pencarian kasus aktif dan masuk lebih dalam ke komunitas-komunitas yang terdampak.
Kamba menambahkan bahwa pihak berwenang baru dapat menyatakan wabah telah mencapai puncaknya, memasuki masa stabil, atau mulai menurun setelah angka mingguan stabil atau mulai turun. Untuk saat ini, upaya untuk mendeteksi kasus, mengisolasi dan merawat pasien, serta memperkuat keterlibatan masyarakat harus terus dilanjutkan, katanya.
Wabah yang disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo ini diumumkan oleh otoritas RD Kongo pada 15 Mei.
Keyword : Virus EbolaKasus EbolaRD Kongo